MEMAKNAI ISTIQOMAH DAN METODE TERAPANNYA Oleh: Lalu Darmawan Djunaidi

Menyadur dari berbagai sumber belajar, membaca, mendengar dan berdiskusi (mudzakarah) berikut penulis urai mengenai arti istiqomah dalam Islam, contoh perilaku, dan Fadhilah nya bagi setiap umat muslim.

Kata istiqomah berasal dari bahasa Arab yaitu istiqama, yastaqimu, istiqamah, yang artinya berdiri tegak lurus. Dalam makna luas, istiqomah berarti mau bersikap teguh untuk melakukan suatu kebaikan, membela dan mempertahankan keimanan keislaman meski harus menghadapi godaan dan cobaan.

Istiqomah adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sikap konsisten seseorang terhadap berbagai hal, seperti beribadah, bersikap, berkata, dan sikap kebaikan lainnya.

Dalam buku Ensiklopedia Hukum Islam, tertulis pendapat Abu Ali ad-Daqaq, seorang ulama abad ke-9 H, bahwa istiqomah adalah sifat orang akan mencapai kesempurnaan kebaikan sementara orang yang tidak berpendirian akan lenyap usahanya dan sia-sia kesungguhannya.

Senada dengan hal itu, al-Maraghi dalam buku Tafsir al Maraghi mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan istiqomah adalah teguh dalam beriman sehingga tidak tergelincir, serta ibadah dan itikad-itikad nya tidak dilanggar.

Istiqomah dalam Al-Qur’an secara sederhana dapat diartikan dengan konsekuen atau konsisten terhadap perjanjian yang telah disepakati, dianggap wajib sebab akan menghantarkan kita pada jalan surga yang lurus.

Selanjutnya mari kita baca dan resapi firman Allah SWT yang menjelaskan tentang istiqomah pelan pelan saja kita baca, agar supaya kata demi kata terbaca dengan baik.

Misalnya pun kita sudah menghapal atau sudah mendengar berulang ulang firman Allah SWT tentang Istiqomah, tapi dengan cara kita membaca dengan teliti dan cermat, firman Allah SWT masuk kedalam hati sanubari kita.

قَالَ قَدْ اُجِيْبَتْ دَّعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيْمَا وَلَا تَتَّبِعٰۤنِّ سَبِيْلَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ .
Dia Allah berfirman, “Sungguh, telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan jangan sekali-kali kamu mengikuti jalan orang yang tidak mengetahui.” (Q.S. at- Taubah : 89)

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Maka beristiqomahlah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan juga orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” [Q.s. Huud (11): 112].
لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّسْتَقِيْمَۗ (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus. (Q.S. at Takwir : 28).

Menurut para ulama, melakukan ibadah secara istiqomah merupakan suatu hal yang paling dicintai oleh Allah SWT, sebagaimana penjelasannya ada dalam surat Al Quran berikut:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَا فُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَ بْشِرُوْا بِا لْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْن
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS. Fussilat 41: Ayat 30).

Ada banyak contoh perilaku istiqomah yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya: Selalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala macam bentuk larangannya. Melaksanakan sholat wajib tepat waktu dan tidak menyengaja untuk menundanya.

Mau terus belajar sampai benar-benar paham. Selalu bekerja disiplin, berjualan di pasar dengan tetap jujur, bertani dengan selalu merawat tanaman, membersihkan lingkungan, selalu membawa shodaqoh seberapapun nominalnya bahkan konsisten berolah raga tiap pagi dengan konsisten juga disebut Istiqomah.

Selalu patuh pada peraturan, baik itu aturan dalam agama, aturan keluarga, aturan lingkungan sekolah, aturan tempat kerja, hingga aturan dalam bermasyarakat dan bernegara juga dinamakan bernilai Istiqomah yang sangat besar nilai ibadahnya.

Selalu menjalankan kewajiban dengan rasa senang dan nyaman dan tidak merasa dipaksa atau dibebani.

Menerapkan sikap istiqomah dalam hal apa pun tentunya tidak akan membuat seseorang rugi. Sebab dalam Al Quran sudah dengan sangat terang menempatkan imbalan bagi seseorang. Bahwa ganjarannya adalah surga.

Sikap istiqomah yang bisa diperoleh siapa saja asalkan mau bersikap teguh pendirian serta ikhlas menjalaninya.

Orang-orang yang istiqomah dalam beribadah akan mendapat perlindungan dari Allah SWT supaya tidak terjerat hal-hal sesat. Orang-orang yang Istiqomah akan dijauhkan oleh Allah SWT dari rasa takut dan sedih, sehingga mereka bisa cepat mengatasi kesedihannya dan diberi rasa yakin bahwa selalu ada kehidupan yang lebih baik dari segala masalah.

Orang-orang yang istiqomah insya Allah bisa mendapatkan kesuksesan di dunia hingga akhirat, asalkan mereka mau terus berusaha, berdoa, dan tekun menjalani kebaikan apa pun.

Demikianlah, bahasan kita tentang Istiqomah, semoga kita selalu diberikan hidayah untuk tetap Istiqomah melaksanakan dan menebarkan kebaikan. (Al Faqir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *