Tenaga Manual Makin Langka, Pemda Harus Hadir Saat Petani Panen Raya

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Musim panen padi sudah tiba, sejumlah petani kesulitan mencari tenaga manual untuk panen padi mereka.

Di tengah kesulitan mencari tenaga manual tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng), harus peka dengan kebutuhan para petani, terutama saat musim panen tiba.

Anggota DPRD Kabupaten Loteng Umar Tarip dari Praksi PKB Daerah Pemilihan (Dapil) III Pujut-Praya Timur meminta kepada Pemda daerah untuk terus menggencarkan mekanisasi pertanian dengan meningkatkan distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan) modern bagi petani atau Perontokan Gabah yang lebih besar.

“Saya sendiri merasakan bagaimana sulitnya mencari tenaga manual perontokan padi, disaat seperti ini pemda Loteng harus hadir, paling tidak di musim panen mendatang, pengadaan alat modern perontokan padi di perbanyak agar keresahan tahun ini tidak terjadi di musim panen mendatang,” Pinta anggota Dewan Dua Periode ini, Kamis (10/4)

Diakuinya, pemda Loteng selama ini mang sangat peduli dengan kebutuhan petani.

Mulai dari pengadaan pompa air, pengadaan benih hingga penyaluran sejumlah unit combine ukuran besar ke berbagai Kecamatan guna meningkatkan kemudahan bagi para petani agar panen Raya lebih efisiensi atau kemudahan bagi petani saat penen Raya.

Hanya saja untuk tahun ini di Kecamatan Praya Timur khususnya, banyak masyarakat terkendala panen Raya karena kurangnya Alat panen, karena beberapa bantuan alat panen modern tersebut belum merata, terkhusus di Dapilnya. Apalagi saat ini tenaga manual semakin kurang, dan pihaknya berharap Pemda Loteng hadir di tengah tengah mereka.

“Tenaga manual kita semakin kurang, sedangkan tingkat partisipasi masyarakat bertani semakin tinggi, dari itu saya berharap kedepan agar pemerintah hadir untuk melihat kondisi masyarakat dengan cara memberikan perhatian serius soal alat panen agar petani lebih Efisiensi dalam menghadapi Panen Raya Tiba,” harapnya. “Dengan mekanisasi, petani dapat memanen lebih cepat, lebih efisien, dan dengan hasil yang lebih baik,” sambung politikus PKB ini.

Ia menambahkan, dengan semakin dapat dukungan mekanisasi yang terus ditingkatkan serta potensi panen yang besar, pemerintah optimistis produksi pangan nasional akan semakin meningkat. Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani di Loteng.

Kenapa pihaknya mendorong agar keberadaan petani semakin diperhatikan, paling tidak memperbanyak Pengadaan combine harvester, sebab pihaknya menilai combine harvester mampu mengurangi losses hingga 3-5% dibandingkan metode panen manual. Selain itu juga dapat menyelesaikan panen dalam waktu 3-4 jam per hektare, jauh lebih cepat dibandingkan cara tradisional yang memakan waktu 2-3 hari per hektare.

“Dengan kapasitas rata-rata 300-600 kg per jam, power thresher mampu mempercepat proses perontokan padi dibandingkan cara manual yang hanya sekitar 50-100 kg per jam dengan tenaga kerja terbatas. Selain itu, dapat menekan kehilangan hasil hingga 1-2%. Mesin ini juga dilengkapi blower yang membantu memisahkan kotoran dan sekam, sehingga menghasilkan gabah yang lebih bersih,” ujar Tarip.

Angka menunjukkan besarnya kapasitas produksi yang perlu didukung dengan teknologi modern agar petani dapat memanen dengan optimal.

“Kami memastikan petani mendapatkan akses terhadap alsintan yang memadai. Dengan dukungan ini, kita tidak hanya meningkatkan produksi tetapi juga mempercepat pencapaian swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujarnya terkait modernisasi petani untuk panen Raya.(nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *