Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Ruas jalan utama Desa Kidang dan Desa Bilelando Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng) parah dan tak layak dilalui.
Sebagai bentuk protes dan membuka hati Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng atas kondisi jalan tersebut. Warga Dua Desa ramai ramai lakukan aksi pembelokiran, dengan cara membentangkan spanduk bertuliskan “jalan ini di segel oleh warga jalan tak layak pakai sudah banyak menelan korban puluhan tahun pemerintah menutup mata, dibuka kembali setelah perbaikan total”.
“Bicara soal ketaatan kami membayar pajak, warga Desa Bilelando Dan Kidang taat hukum, tapi kenapa kami tidak pernah diperhatikan, biarlah pemblokiran jalan ini jadi Kado 2026 untuk Pemda Loteng, salam kami dari warga Desa Bilelando dan Kidang, pembelokiran jalan ini akan kami buka setelah dapat jawaban dari pemerintah untuk dilakukan perbaikan total,” tegas tokoh Muda Adi Saputra, Kamis (01/01
Dikatakan, sepanjang ruas jalan utama Kidang Bielando banyak Lubang Lubang besar, permukaan jalan yang hancur, serta genangan air saat hujan, membuat akses warga terganggu, baik aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan.
“Jalan ini merupakan akses utama warga. Sudah bertahun-tahun rusak, tapi belum ada perbaikan serius. Kami terpaksa menutup jalan sebagai bentuk protes dan kekecewaan kami, apa yang kami lakukan ini, agar pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi ini,” harapnya.
Sebagai bentuk usaha dan ikhtiar memperjuangkan kondisi jalan ini lanjutnya, pihaknya bersama warga sudah mengusulkan, baik melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan dan Serap Aspirasi (Reses) DPRD.
Namun sampai saat ini Pemda Loteng masih tutup mata, seolah olah tidak mau tau dengan jeritan masyarakat.
“Saya yakin pejabat tinggi teras Loteng tau kondisi jalan ini, apalagi mereka sering melewati jalan ini, tapi pura pura tidak tau,” tegasnya.
Selain itu, kerusakan jalan ini tamparan buruk bagi pemerintah sendiri, sebab jalan ini salah satu akses jalan masuk utama ke kawasan pariwisata andalan Loteng.
Sebab jalan ini sering di lalui oleh warga baik dalam daerah maupun luar daerah, sehingga hal ini dikhawatirkan jadi fitnah bagi Pemda Loteng.
“Bicara ramai, jalan ini akses utama jalur pintas ke pariwisata kita, terutama masyarakat Lombok Timur sering melewati jalan ini, apa kita tidak malu di sebut sebut pariwisata mendunia, namun kondisi jalannya seperti ini,” kesalnya.
Dari itu, pihaknya bersama warga meminta agar jalan ini di utamakan mengingat jalur ini sangat ramai di lalui oleh warga dalam daerah ataupun luar Loteng.
Sementara itu dalam percakapan di grup KTI Praya Timur anggota DPRD Loteng M. Maulidi menuliskan, usulan ini sudah di sampaikan dan masih proses menunggu.
“Jalan ini sudah pasti dan wajib dikerjakan tahun ini, dan anggarannya sudah masuk di APBD Murni DPA nya, tinggal sebentar keluar,” tulisnya dalam grup WhatsApp KTI Praya Timur Loteng. (NU-01).
