Sekretaris FP4: Wakil Seperti Ini Harus di Pertahankan, Bukan Cuma Duduk Manis di Senayan, Tapi Bekerja Untuk NTB

Lombok Tengah (ntbupdate.com)– Nama H. Lalu Hadrian Irfani belakangan kembali jadi perhatian publik. Bukan hanya karena posisinya sebagai wakil rakyat di Senayan, tetapi juga karena kiprahnya yang dinilai konsisten turun menyapa kebutuhan warga, terutama di sektor pendidikan dan penguatan SDM.
Sebagai figur sentral PKB di Nusa Tenggara Barat, Lalu Ari nama sapaannya dinilai masih menjadi sosok yang paling relevan untuk terus menahkodai PKB NTB, terutama dalam menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.

“Wakil kita seperti ini harus kita syukuri dan pertahankan, sebab bukan cuma duduk Mlmanis di Senayan, tapi benar benar amanah dalam melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat, perjuangannya nyata kami nikmati dan kami tidak salah memberikan amanah sama beliau, jadi wakil kita di DPR RI,” kata Sekretaris FP4 sekaligus Ketua Himpunan Advokat Lombok Tengah, Lalu Deny Rusmin Jayadi, Sabtu (24/1).

“Bicara pemimpin partai, kita jangan cari yang hanya kuat di panggung seremoni. Rakyat butuh yang kerja. Dan Hadrian Irfani ini bukan tipe yang duduk manis di Senayan, tapi terlihat bekerja untuk NTB,” sambubg Advokat bertubuh kekar ini.

Menurut Deny, peran Hadrian sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI membuat ruang perjuangannya sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat NTB, terutama soal pendidikan, guru, pemuda, dan peningkatan kualitas manusia.

“Beliau ini membawa isu yang sangat dirasakan rakyat. Pendidikan, kesejahteraan guru, fasilitas sekolah, ruang untuk anak muda. Itu kerja-kerja yang tidak sekadar viral, tapi berdampak,” ujarnya.

Deny menilai, pola kerja seperti itu adalah hal yang dibutuhkan PKB NTB ke depan: politik yang menyatu dengan kebutuhan publik, bukan politik yang hidup dari gaduh dan pencitraan.
“PKB NTB harus dipimpin orang yang paham arah, paham kerja, dan paham rakyat. Kalau kita mau partai ini besar, mesin partai harus dipimpin oleh orang yang benar-benar siap berjuang, bukan sekadar ingin jabatan,” katanya.
Lebih lanjut, Deny menyebut kepemimpinan Hadrian di PKB NTB selama ini juga dinilai mampu menjaga ritme konsolidasi partai hingga ke akar rumput.

“Di bawah kepemimpinan beliau, PKB NTB lebih terukur. Konsolidasi jalan, struktur bergerak, kader-kader hidup. Dan yang paling penting, komunikasi dengan pusat juga kuat. Itu modal politik besar untuk daerah,” tambahnya.
Dalam konteks representasi daerah di pusat, Deny menilai Hadrian menjadi salah satu figur yang “nyambung” antara aspirasi masyarakat NTB dan ruang kebijakan nasional.
“Kalau NTB ingin punya suara yang kuat di pusat, maka kita harus jaga figur-figur yang benar-benar bekerja. Jangan sampai yang kerja dilupakan, sementara yang ribut justru dibesarkan,” sindir Deny.

Deny menegaskan, dukungan terhadap Hadrian bukan sekadar soal kepartaian, melainkan soal kebutuhan publik agar kerja-kerja politik tetap berpihak kepada rakyat. “Sebagai Sekretaris FP4 dan Ketua Himpunan Advokat Lombok Tengah, saya melihat beliau layak terus memimpin PKB NTB. Bukan karena faktor siapa-siapa, tapi karena rekam kerja dan konsistensinya. Kita butuh pemimpin yang bisa menjaga partai tetap dekat dengan rakyat,” tutupnya. (Nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *