Banjir Landa Loteng, Gede Dan: Hari Ini Kita Panggil Dinas Terkait

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Cuaca Ekstrim telah mengakibatkan musibah banjir melanda sejumlah titik di Lombok Tengah (Loteng), beragam spekulasi muncul dari warga net, ada yang bilang itu disebabkan perencanaan drainase gagal, kurangnya ketegasan Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng, terhadap para investor yang melakukan pengerukan bukit, gunung gunung dan penebangan hutan dibagian selatan dan barat Loteng, mengakibatkan hutan dan bukit gundul dan yang lainnya.

Atas hal itu, Ketua DPRD Loteng H. Lalu Ramdan angkat bicara, usai pelantikan Pengurus Cabang (PC) Pemuda NW Loteng, ia berjanji bakal memanggil dinas terkait.

“Senin 28 Januari 2026 (Hari ini red), kami akan panggil dinas terkait, untuk menanyakan sekaligus mengevaluasi apa saja program yang sudah dilakukan tahun 2025, termasuk menanyakan apa saja upaya pencegahan dan bantuan yang sudah di berikan dan data korban bencana,” katanya, Ahad (27/1). “Kita berduka atas musibah yang telah melanda beberapa titik di Loteng, semoga diberikan ketabahan,” sambung ketua DPRD Loteng ini.

Diakuinya, beberapa minggu lalu, hujan di sertai angin kencang melanda Loteng secara keseluruhan, hal ini mengakibatkan di beberapa titik, ada yang longsor, rumah roboh, banjir dan beberapa kerusakan pasilitas umum lainnya.

Atas hal itu, perlu dan harus diperhatikan, terutama soal evaluasi program yang sudah direncanakan.

Misalnya saja banjir, banyaknya komentar di sejumlah media sosial dan laporan secara langsung yang ia terima, itu di sebabkan perencanaan yang salah. Air naik ke jalan jalan itu di sebabkan drainase di pinggir jalan yang tidak ada.

“Ini juga harus dievaluasi, jika benar isi komentar dan laporan yang kita terima, makanya kita akan minta keterangan dari dinas terkait tentunya,” ungkapnya.

Selanjutnya soal pengerukan bukit, pihaknya tak pungkiri di bagian selatan terlihat banyak bukit yang sudah gundul dan longsor, sehingga batu disertai tanah longsor dan menumpuk di bahu jalan.

Selain itu drainase di beberapa pinggir jalan juga tidak ada dan ini harus di evaluasi, termasuk drainase yang sudah ada, semakin menyempit disebabkan beberapa pembangunan, ini juga harus diperhatikan.

Bukan hanya itu saja di bagian selatan tepatnya di menange (wilayah badan air tempat masuknya sungai ke laut/danau). Sering kali berbenturan, artinya ketika air laut naik, di tambah lagi dengan kiriman air dari hulu, mengakibatkan benturan sehingga air dari hulu tidak bisa ke laut dan mengakibatkan air naik, ini juga perlu di pikirkan.

“Konsepnya seperti apa terutama di wilayah selatan, itu perlu kita pikirkan, termasuk kita juga akan minta dinas terkait, rajin sosialisasi ke masyarakat, agar drainase yang ada jangan diperkecil,” tutupnya. (Nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *