Mataram (ntbupdate.com)- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB, membuka kegiatan pembinaan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di mulai dari Kota Mataram.
Pembinaan tersebut, jadi pembuka di awal tahun 2026, yang di pusatkan di Aula MAN 2 Mataram dan diikuti oleh seluruh ASN dan PPPK se-Kota Mataram.
Hadir pejabat lingkup Kantor Kemenag Kota Mataram, para Kepala KUA, Ketua dan anggota Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas), kepala madrasah, penyuluh agama, serta seluruh PNS dan PPPK. Turut hadir mendampingi Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTB, Kepala Bagian Tata Usaha dan Ketua Tim Kerja Kepegawaian Kanwil Kemenag NTB. Kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz menegaskan, Kota Mataram memiliki peran strategis sebagai barometer dan garda terdepan Kemenag NTB. Sehingga pihaknya sengaja memulai program pembinaan awal tahun ini dari Kota Mataram, baru ke kabupaten kota yang lain se NTB.
“Kota Mataram adalah pintu masuk dan miniatur NTB. Apa yang dilakukan di sini akan menjadi contoh bagi daerah lain, termasuk pembinaan awal tahun kita mulai gelar di Kota Mataram,” katanya.
Kenapa pembinaan itu penting, sebab keberhasilan organisasi tidak terlepas dari peran ASN dan PPPK. Sebab pimpinan tidak akan berarti tanpa dukungan penuh dari seluruh pegawai.
“Tidak akan berarti apa-apa kepala madrasah atau kepala kantor tanpa ASN dan PPPK. Peran ASN dan PPPK sangat luar biasa dalam menentukan kualitas pelayanan dan kinerja Kementerian Agama,” ujarnya.
Selain itu direncanakan kinerja kepala madrasah ke depan akan dilakukan evaluasi melalui penyebaran kuesioner kepada para guru. Hal ini dilakukan untuk memastikan kepemimpinan yang responsif, gesit, dan memahami tugas pokok serta fungsinya (tupoksi).
“Kami membutuhkan pemimpin yang betul-betul memahami tupoksinya dan mampu berinteraksi dengan baik,” tambahnya.
Ia juga memberikan penekanan khusus kepada para penyuluh agama agar mampu menjadi agen pencerahan di tengah masyarakat. “Penyuluh agama harus menjadi lentera dan cahaya bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, direncanakan ada kelembagaan pondok pesantren dengan penambahan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren serta Kabid Pondok Pesantren yang secara khusus menangani urusan ponpes.
“Kami mohon seluruh ASN dan PPPK dapat memahami tupoksinya, saling berbagi informasi, berjalan bersama, saling mengingatkan, serta terus meningkatkan kinerja dan disiplin, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mewujudkan Kemenag yang profesional, berintegritas, dan melayani,” pesannya.
Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram, H. Hamdun, S.Ag., MHI, menyampaikan sejumlah kebijakan dan program strategis yang tengah dan akan dijalankan. Salah satunya adalah uji coba penerapan lima hari kerja yang bertujuan meningkatkan efektivitas kinerja ASN sekaligus memberikan dampak positif bagi peserta didik.
“Kami juga telah memulai program wakaf uang melalui KUA. Alhamdulillah, seluruh program di Kemenag Kota Mataram berjalan dengan baik dan terus menunjukkan perkembangan yang positif,” ungkapnya. (NU-01).
