50 Putri Cantik MAN 1 Loteng Tampil Memukau di Acara Karnaval Bau Nyale

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Sebanyak 50 putri Cantik milik MAN 1 Lombok Tengah (Loteng), yang beralamatkan di jalan Pejanggik Nomor 05, Tampar Ampar, Kelurahan Jontlak, Kecamatan Praya Tengah Loteng, tampil Memukau di Acara Karnaval meriahkan puncak pestival bau nyale, Jumat (6/2).

Kepala MAN 1 Loteng H. Masdiono mengatakan, sebagai bentuk mensukseskan gawe besar budaya sasak bau nyale, yang di gelar sekali setahun.

Pihaknya selaku kepala MAN 1 Loteng, sekaligus sasak asli harus mempertahankan budaya dan adat istiadat leluhur, termasuk budaya event bau nyale ini.

“Dalam event ini, kami menerjunkan 50 putri putri terbaik MAN 1 Loteng, ikut berbaur bersama peserta yang lain, dalam memeriahkan acara puncak bau nyale di Kuta Kecamatan Pujut Loteng,” katanya.

Mengirimkan 50 putri putri terbaik MAN 1 Loteng di acara karnaval lanjutnya. merupakan salah satu bentuk nyata ikut menyukseskan acara, berpartisipasi aktif, dan memeriahkan gawe budaya sasak.

Selain itu ikut mendelegasikan 50 peserta, sebagai bentuk mendukung pemerintah daerah Loteng dalam melestarikan budaya serta membantu pemda Loteng dalam menggerakkan Ekonomi Lokal.

“Yang jelas karnaval ini adalah potret kebudayaan dan ekspresi kreativitas,” cetus mantan Kamad MTsN 2 Loteng ini.

Dikatakan, MAN 1 Loteng sebagai salah satu lembaga pendidikan di bawah Kemenag Loteng, selalu ikut ambil bagian dalam seluruh kegiatan yang di inisiasi pemda Loteng. Dan apa yang dilakukan tentunya bagian dari bentuk saling mendukung dalam mensukseskan program pemerintah daerah dan kontribusi madrasah untuk daerah.

“Setiap perayaan even bau nyale, pasti ada hal hal yang baru ditampilkan, biar setiap tahun ada nuansa baru yang kita Lahirkan bersama,” cetus Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri

Dikatakan, setiap tahun menuju puncak event bau nyale, karnaval ini rutin digelar karena dinilai memberikan dampak positif. Sebab, karnaval Bau Nyale tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi tontonan bagi wisatawan yang berkunjung ke Mandalika.

Sehingga budaya ini jadi magnet yang setiap tahunnya mampu menyedot kunjungan para wisatawan datang ke Loteng pada khususnya.

Dijelaskan, konsep karnaval setiap tahun tidak banyak yang berubah, terutama soal peserta karnaval, yang mayoritas pesertanya dari kalangan perempuan, yang di sesuaikan dengan roh legendaris putri mandalika.

Selanjutnya soal peserta, masing-masing Kecamatan mendelegasikan pesertanya belum lagi dari organisasi, Lembaga lainnya.

Jika dari masing-masing yang disebutkan itu mendelegasikan pesertanya. Maka jumlah peserta karnaval ini tembus di angka satu ribu lebih. Sehingga pihaknya memberikan nama Siyu Dedare, ikut memeriahkan acara karnav ini.

Ia menambahkan, sebagai bentuk memeriahkan budaya sasak ini, pemda Loteng juga telah menyiapkan sejumlah rangkaian acara yang tersebar di seluruh pantai selatan. Khusus di Pantai Seger, Pemda mengundang band ibu kota, Gaisha.

“Ini kita lakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan mempertahankan kebudayaan kita, di tengah kemajuan teknologi saat ini,”. (Nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *