Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah (Loteng), H. Lalu Sarjana, langsung menyampaikan isi Pokok Pokok Pikiran (Pokir) DPRD saat menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Loteng Tahun 2027 yang digelar di Hotel Swiss-Belcourt, Rabu (8/4).
Hadir Bupati Loteng H. Lalu pathul Bahri, SIP., MAP, dan Wakil Bupati Loteng DR. H.M Nursiah, S.Sos,.MSi, beserta jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, akademisi, serta berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
Wakil Ketua DPRD Loteng H. Lalu Sarjana mengatakan, Musrenbang RKPD merupakan forum penting dalam menyusun arah kebijakan pembangunan daerah, dengan mengedepankan prinsip partisipatif, transparan, dan akuntabel. Forum ini menjadi wadah untuk menyelaraskan program prioritas pembangunan daerah dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Dikatakan, pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. DPRD akan terus mengawal proses perencanaan hingga pelaksanaan program agar berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.
Dengan terselenggaranya Musrenbang RKPD Tahun 2027 ini, diharapkan dapat menghasilkan perencanaan pembangunan yang berkualitas, terarah, serta mampu mewujudkan Lombok Tengah yang maju, mandiri, dan sejahtera.
DPRD melalui mekanisme reses, kunjungan kerja, serta interaksi langsung dengan masyarakat di seluruh daerah pemilihan, DPRD Loteng telah menghimpun dan merumuskan pokir DPRD Tahun 2027, mencapai 2.942 usulan masyarakat. Ini bukan angka yang kecil, melainkan cerminan dari tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pembangunan daerah dan arah kebutuhan masyarakat.
1. Bidang Infrastruktur sebanyak ±528 usulan. 2. Bidang Pendidikan sebanyak ±283 usulan. 3. Bidang Kesehatan sebanyak ±54 usulan. 4. Bidang Ekonomi dan UMKM sebanyak ±201 usulan. 5. Bidang lainnya sebanyak ±1.876.
Usulan ini lanjutnya, memberikan pesan kuat kepada kita semua bahwa masyarakat masih sangat membutuhkan.
Pertama, Infrastruktur dasar yang layak dan merata berkelanjutan. Dengan infrastruktur yang memadai dan ekonomi lokal yang tumbuh, Loteng akan semakin mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.
Kedua, Berdaya Saing Usulan DPRD di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan potensi unggulan daerahmerupakan fondasi dalam meningkatkan daya saing. SDM yang sehat, cerdas, dan terampil akan menjadi kekuatan utama daerah dalam menghadapi persaingan regional, nasional, bahkan global.
Demikian pula dengan pengelolaan SDA yang optimal, akan melahirkan produk produk unggulan yang mampu bersaing di berbagai pasar.
Ketiga, Sejahtera, Seluruh Pokir DPRD pada dasarnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program-program yang diusulkan, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun pelayanan dasar, diarahkan untuk menurunkan angka kemiskinan, mengurangi kesenjangan, serta memastikan masyarakat mendapatkan akses yang adil terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berkontribusi terhadap rerwujudnya Loteng yang Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Harmonis.
“Dari sekian isi Pokir, tentu tidak semua usulan dapat diakomodir sekaligus, oleh karena itu, diperlukan, Penajaman skala prioritas, Sinkronisasi antara Pokir DPRD dengan RKPD dan Konsistensi antara perencanaan dan penganggaran, jangan sampai apa yang direncanakan tidak sejalan dengan apa yang dianggarkan, dan apa yang dianggarkan tidak sepenuhnya dilaksanakan. Disinilah pentingnya komitmen kita bersamauntuk menjaga kualitas perencanaan pembangunan daerah.Kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah daerah atau DPRD semata, tetapi oleh kolaborasi memastikan bahwa pembangunan hadir untuk seluruh masyarakat, tanpa terkecuali,” jelasnya panjang.
Politisi PKB ini menambahkan, dengan penuh harapan dan semangat kebersamaan, nari kita bangun Loteng dengan kerja nyata, dengan komitmen yang kuat dan keberpihakan yang jelas kepada rakyat.
“Kami dari DPRD akan terus mengawal, memastikan, dan memperjuangkan agar pembangunan benar-benar berpihak kepada masyarakat,” janjinya.
Ia menambahkan hasil Pokir tahun 2027
sesungguhnya memiliki keterkaitan
yang sangat erat dan selaras dengan Visi Pembangunan Daerah, yaitu: “Mewujudkan Masyarakat Loteng yang Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Harmonis” atau yang kita kenal dengan akronim “MASMIRAH”, sebagai cita-cita bersama menjadikan Loteng sebagai permata yang paling berharga.
Kenapa pihaknya mengatakan demikian,
Pertama, Mandiri Pokir DPRD pada sektor infrastruktur dan ekonomi masyarakat, termasuk penguatan UMKM, pertanian, dan sektor produktif lainnya, diarahkan untuk mendorong kemandirian daerah.
Kemandirian ini bukan hanya dalam konteks fiskal, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup seluruh lapisan masyarakat.
Keempat, Harmonis pokir DPRD juga memperhatikan aspek sosial, budaya, dan tata kehidupan masyarakat.
Pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, serta kearifan lokal.
Dengan demikian, pembangunan di Loteng tetap menjaga harmoni sosial, memperkuat persatuan, dan berlandaskan pada nilai keimanan serta budaya lokal Loteng.
“Kita berharap pokir DPRD ini bukanlah sekadar daftar usulan, melainkan merupakan bagian integral dari upaya mewujudkan visi besar “MASMIRAH”. Oleh karena itu, kami berharap agar dalam penyusunan RKPD Tahun 2027, seluruh perangkat daerah dapat mengintegrasikan Pokir DPRD secara substantif dalam programdan kegiatan prioritas, menyelaraskan perencanaan dengan visi dan misi daerah serta seluruh pemangku kepentingan baik dari unsur pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Musrenbang ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi tersebut. Mari kita pastikan bahwa setiap rupiah anggaran
yang kita rencanakan benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Loteng,” tutupnya. (Nu-01).
