Santri Bela Negara, Lale Syifa’ Ajak Santri Tanamkan Empat Pilar Kebangsaan Untuk Negeri

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) II Lombok NTB, Hj. Lale Syifaun Nufus secara intensif tak kenal lelah terus mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di berbagai titik di Pulau Lombok.

Salah satunya di Yayasan Pendidikan Nurul Ittihad NW Mapong Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah (Loteng), dari tanggal 12 dan 14 Maret 2026 lalu.

Politisi Gerindra ini mengatakan, dalam mensosialisasikan pentingnya Empat pilar kebangsaa di kalangan pemuda dan para santri sebagai agen masa depan dan bela negara, pihaknya sengaja memilih Ponpes jadi lokasi paling tepat.

“Yayasan Pendidikan Nurul Ittihad NW Mapong Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah Loteng, jadi lokasi pilihan saya sudah laksanakan sosialisasi Empat pilar Kebangsaan,” katanya, Senin (15/6).

Memilih ponpes lanjutnya, karena ponpes tempat berkumpulkannya para tunas bangsa, yang notebenenya sasaran dari sosialisasi Empat pilar ini, salah satunya santri dan lingkungan madrasah sebagai garda terdepan dalam merawat toleransi, nasionalisme, dan wawasan kebangsaan.

“Saya kan besar di ponpes, jadi tau betul bagaimana kehidupan dan orang orang didalamnya, makanya sasaran dari sosialisasi 4 pilar ini, sangat tepat dilakukan di Ponpes, dan saya yakin tepat sasaran,” ungkapnya.

Selain itu, Empat pilar membentuk santri beriman, berilmu, dan berwawasan nasional, dengan cara penguatan karakter dan spiritual.

Dengan cara pengamalan nilai agama, memadukan nilai Ketuhanan yang Maha Esa dari Pancasila dengan ibadah sehari-hari guna membentuk akhlakul karimah.

Moderasi Beragama, menanamkan nilai tasamuh (toleransi) yang kuat agar iman menjadi benteng dari pemikiran radikal.

Termasuk santri berilmu dalam meningkatkan Kapasitas dan Intelektual, untuk menghadapi tantangan zaman modern, termasuk penguasaan ilmu agama dan sains.

Santri juga jadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa, dari itu pihaknya terus intensif mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di berbagai titik di Pulau Lombok.

“Yang jelas di setiap titik, pihaknya selalu menekankan agar Pancasila jadi pedoman dasar dan ideologi negara, untuk kita jadikan pedoman hidup keseharian,” ujarnya.

Selanjutnya, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, sebagai konstitusi negara dan landasan hukum. NKRI sebagai bentuk negara yang utuh dan Bhinneka Tunggal Ika Sebagai semboyan negara untuk merawat keberagaman.

Di setiap pertemuan, pihaknya selalu menekankan perkuat Persatuan, itu penting ia sampaikan, guna mengimplementasikan nilai-nilai luhur di tengah masyarakat agar persatuan tetap terjaga di tengah berbagai perbedaan.

Di Lombok pada khususnya, nilai Gotong Royong masih melekat, hal ini terlihat disetiap ada kegiatan keagamaan, kegiatan kemasyarakatan dan yang lainnya, nilai gotong royong masih melekat dan ini harus dijaga.

“Yang jelas, pembelajaran dalam Empat pilar ini, di Lombok pada khususnya masih saya rasakan melekat, dengan penguatan Empat pilar ini, saya harapkan nilai nilai gotong royong dan kebersamaan terus terjaga,” tutupnya. (Nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *