Anak Anak di Desa Kerame Jati Pujut, Terancam Tak Mengenyam Pendidikan Dasar

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Anak anak yang tamat di TK ataupun RA yang akan melanjutkan pendidikan ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Kerame Jati Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), khususnya di Lima Kekadusan yaitu kekadusan Prigi, Pengalang, Keramat, Rap dan Kekadusan Munsun terancam tidak bisa mengenyam pendidikan lanjutan.

Pasalnya sekolah setempat, sudah tidak bisa menampung di sebabkan banyaknya siswa yang mendaftar, namun kapasitas bangunan sekolah tidak memadai.

“Sudah lima hari berturut-turut warganya datang ke rumah mengadu anak mereka tidak bisa melanjutkan pendidikan di SDN Lendang Lantan Dusun Munsun Kerame Jati, dengan alasan di tolak karena sudah operload alias kelebihan,” kata Ketua Forum Kadus Desa Kerame Jati Kecamatan Pujut Loteng sekaligus Kadus Munsun Sahman Ahmad, Selasa (22/6).

Atas keluhan tersebut, pihaknya langsung ke Kepala Sekolah SDN Lendang Lantan Dusun Munsun Desa Kerame Jati Kecamatan Pujut Loteng, untuk menanyakan soal keluhan warganya.

“Bapak Kepala sekolah saja ternyata sedang pusing cara menampung siswa yang sudah tembus diangka 40 orang yang daftar, sedangkan pihak sekolah kata kepala hanya punya satu kelas, yang isinya 28 orang siswa,” ungkapnya.

Atas jawaban tersebut pihaknya meminta saran ke Kepala Sekolah dan kepala sekolah sendiri hanya menyarankan silahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Loteng, sebab bulan Februari lalu, pihak sekolah telah mengusulkan untuk penerimaan siswa baru tahun ini satu kelas yang jumlahnya 28 orang siswa.

“Silahkan ke Dinas aja pak, kami siap menampung semua siswa asalkan ada kebijakan dinas, termasuk tambahan kelas,” ujarnya sembari meniru perkataan kepala sekolah.

Diakuinya, pada penerimaan siswa baru tahun lalu, biasanya SDN Lendang Lantan Dusun Munsun Kerame Jati siswanya mentok di jumlah 20 orang, namun tahun ini membeludak dua kali lipat, sehingga pihaknya juga tidak menyalahkan pihak sekolah. Artinya keterbatasan bangunan inilah yang menyebabkan antrian panjang tidak bisa ditampung.

Sedangkan soal jumlah sekolah Dasar Negeri di Desa Kerame Jati berjumlah 2 buah, cuman radiusnya sangat jauh, satunya ada di Dusun Tamping yaitu SDN Tamping, untuk ke sana harus melewati gunung.

“Kami di Desa Kerame Jati memiliki 2 Sekolah Dasar Negeri dan itupun radiusnya sangat jauh, untuk bisa ke sekolah satu dengan yang lain, harus melewati pegunungan jarak tempuh lebih dari dua kilo,” paparnya.

Atas hal itu, pihaknya berharap Dinas Dikbud Loteng khususnya di SDN Lendang Lantan Dusun Munsun dilakukan penambahan jumlah kelas, mengingat di SDN ini, sumber siswanya dari Lima Kekadusan dan setiap tahun siswa yang tamat TK dan RA semakin banyak.

Sementara itu Kepala SDN Munsun Kerame Jati Kecamatan Pujut Loteng Siwang Gazlan saat di konfirmasi belum tersambung. (NU-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *