SMKN 1 Prateng, Undang BMKG dan BNN Jadi Pemateri MPLS 2026

Lombok Tengah (Ntbupdate.com)- Luar biasa program SMKN 1 Praya Tengah yang beralamatkan di Jalan Pejanggik Nomor 7 Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026/2027 atau penguatan karakter.

Bukan hanya fokus pada pengenalan lingkungan sekolah, kurikulum, sistem pembelajaran, tata tertib, mengenali potensi diri, memberikan ruang bagi siswa untuk menggali potensi, minat, dan bakat mereka di lingkungan yang baru

Menumbuhkan nilai-nilai karakter positif seperti saling menghormati, kerja sama, dan sopan santun dan membangun interaksi positif, menjalin relasi yang baik dan sehat antara siswa baru, teman sebaya, guru, dan seluruh warga sekolah.

Selain itu ada juga program pengenalan Jurusan dan Kurikulum Melalui Penumbuhan Motivasi, Semangat, dan Cara Belajar yang Efektif.

Eksplorasi diri, dengan cara menggali potensi yang ada, literasi digital, senam pagi ceria. Tanam Cabai Untuk Pengendalian Inflasi di Sekolah (TAPSI)

Dampak Negatif Kecanduan Gim Daring (Online Game) dan Keadaban dan Keamanan Digital, Gerakan Indonesia ASRI dan yang lainnya.

“Yang jelas semua yang saya sebutkan di atas, dipusatkan di lapangan dan kelas,” cetusnya.

Selanjutnya, pihak SMKN 1 Praya Tengah Loteng, juga mendatangkan Pemateri dari BMKG dan BNN.

Kepala SMKN 1 Praya Tengah Loteng Rias Sandi Miswardani menjelaskan, kenapa pihaknya mendatangkan Pemateri dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dengan tujuan untuk membentuk generasi muda yang tangguh, tanggap bencana, berkarakter, dan bersih dari narkoba.

Dijelaskan, untuk BNN sendiri, berfokus pada perlindungan moral dan masa depan siswa dari ancaman narkotika melalui program pencegahan.

Meliputi penjelasan tentang bahaya Narkoba, dengan cara memberikan pemahaman komprehensif mengenai dampak buruk narkoba terhadap kesehatan fisik, mental, dan masa depan karier siswa.

Selain itu sebagai bentuk dukungan dan implementasi kurikulum anti-Narkoba, dalam mendukung program sinergi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), seperti gerakan Anak Bersih Narkoba (Ananda Bersinar) untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari peredaran gelap narkotika.

Sedangkan untuk BMKG sendiri, mengingat wilayah NTB memiliki potensi kebencanaan geologis dan iklim. Sedikit tidak menghadirkan BMKG sebagai edukasi mitigasi bencana, siswa dibekali pengetahuan dasar mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, seperti gempa bumi atau cuaca ekstrem.

Sekolah aman dari bencana, dengan cara melatih siswa agar memahami prosedur evakuasi mandiri yang benar saat berada di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Termasuk memanfaatkan informasi cuaca, diantaranya mengajarkan siswa cara membaca dan memanfaatkan data informasi cuaca resmi dari BMKG untuk mendukung aktivitas sehari-hari maupun program keahlian kejuruan mereka.

“Yang jelas memdatangkan Pemateri dari BMKG ataupun BNN mendatangkan dua positif sekaligus, baik aspek akademik dan membentuk aspek keselamatan fisik serta serta keselamatan mental dan moral,” jelasnya, Senin (13/7).

Ia menambahkan, SMK sendiri membuka jurusan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai tenaga kerja yang disiplin, sehat, dan berintegritas tinggi, harus dibekali dari sejak awal. “Sedia payung sebelum hujan, pepatah ini kita lakukan,” tutupnya.

Pantauan ntbupdate.com, para siswa siswi baru keliling dan serentak mengucapkan semboyan “Aku dan Sekolahku”. “Aku dan Sekitarku”. (NU-01).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *