Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Setelah melalui proses panjang, akhirnya Desa Teruwai Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), sukses jadi Desa percontohan anti korupsi, mewakili 156 Desa se Loteng.
Selasa (22/10), rombongan tim asesor dari Inspektur Inspektorat Provinsi NTB, turun melakukan penilaian dan pembinaan di Desa Teruwai Kecamatan Pujut Loteng.
Ketua tim asesor penilaian perluasan percontohan Desa Anti korupsi Provinsi NTB Muhariyadi mengatakan, Desa Teruwai Kecamatan Pujut Loteng, adalah desa ke Enam, setelah sebelumnya telah di lakukan penilaian di sejumlah Desa.
Seperti di Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu Bima dan kemarin di Lenek Daye Kabupaten Lombok Timur. Dan hari ini di Desa Teruwai Kecamatan Pujut Loteng.
“Masing masing Kabupaten satu Desa, dan di Desa Teruwai Kecamatan Pujit Loteng ini, titik ke Enam, setelah sebelumnya telah melakukan hal yang sama di Lima Desa. Di Desa Teruwai ini fisiknya sudah bagus,” katanya.
Dikatakan, masyarakat sering kali menilai, ketika KPK turun selalu dinilai menangkap orang yang terlibat korupsi, padahal turunnya KPK, terkadang untuk melakukan pembinaan.
Sehingga di tahun 2024, ada MOU kerjasama antara KPK dengan sejumlah Kementerian, mulai dari Kementerian Desa, Kementerian Keuangan, dan Provinsi dalam memberikan pembinaan, di Pemerintah tingkat Desa.
Kenapa ini penting, sebab Desa selaku lembaga Pemerintah tingkat bawah, atau ujung tombak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, atau sumber pelayanan di tingkat bawah, ada di Pemerintah Desa.
Dalam penilaian ini lanjut Sekretaris Inspektur Inspektorat NTB, ada Lima Indikator dalam penilaian ini diantarnya, tata laksana, mulai dari proses perencanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan.
Penguatan pengawasan peran BPD. BPD selaku mitra dari Pemerintah Desa, harus ada pengawasan mulai dari pengawasan perangkat Desa tersandung hukum dan yang lainnya.
Keterbukaan informasi publik, semua pembangunan atau program Desa harus di sebarluaskan, sehingga masyarakat mengetahui apa saja program Desa dan yang lainnya.
“Sekarang masyarakat sudah melek informasi, sehingga desa harus menginformasikan semua program Desa,” terangnya.
Kearifan Lokal muai dari budaya dan yang lainnya. “Di NTB ada 8 Kabupaten, masing-masing Kabupaten 1 Desa, dari 8 Desa ini ada 3 yang akan diambil untuk mewakili NTB di tingkat Nasional,” paparnya.
Sementara itu Kepala Desa Teruwai Kecamatan Pujut Loteng HM. Arta mengaku optimis bisa mewakili NTB dan Loteng di kancah Nasional.
Keoptimisan ini lahir, sebab dari beberapa indikator penilaian, alhamdulillah sudah dilakukan kendati tidak 100 persen. “Kalau indikator penilaian, insyaallah sebagian sudah kita terapkan, tinggal kita penuhi yang kurang saja dan kami optimis bisa wakili NTB dan Loteng di tingkat Nasional,” yakinnya.
“Sebelumnya Desa kami pernah jadi Desa Percontohan Unggas dan Sapi di NTB dan insyaallah dalam penilaian Desa anti Korupsi, mudah mudahan Desa Teruwai terpilih jadi Desa Percontohan,” Sambung Sekdes Teruwai Saharuddin (nu-01).
