LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI), ke V yang di pusatkan di Hotel Paradiso Bali 14 Oktober lalu. Sejumlah pengurus di masing masing Kabupaten dan Provinsi, mendapatkan angin segar untuk melakukan pembenahan total.
Salah satunya ketua pengurus DPD APSI Lombok Tengah (Loteng) , Lalu Agung Pambudi MPd. I
Kepada ntbupdate.com ketua DPD APSI Loteng mengaku, setelah mendapatkan pengarahan dari ketua umum Dr. Agus Sukoco, MM dan Sekretaris Jenderal Dr. Saksono Liliek Susanto, M.Pd, pihaknya selaku ketua APSI di Loteng, mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat, untuk memajukan organisasi yang di pimpin saat ini.
“InsyaAllah, apa yang saya dapatkan selama munas, akan kita praktikan bersama, mengingat APSI menaungi dua instansi, yakni pengawas di dinas pendidikan ataupun Kementerian Agama, dari itu kita akan bersama sama membangun sinergi dalam memajukan kwalitas dan mutu pendidikan, menuju Loteng maju, bersatu jaya sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Loteng,” Terangnya. “Ketika sinergi pengawas di dua leading sektor ini terbentuk, maka tahun 2023 pengawas di Loteng kami optimis bakal tampil beda,” Sambung ketua APSI Loteng yang di lantik September lalu.
Tampil beda lanjutnya, sebab dalam munas tersebut ada tiga titik tekan yang harus dilakukan oleh masing masing pengurus, seperti meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pengawas, menjalin kerjasama dengan semua stakeholder, baik dalam negeri dan luar negeri.
Dan meningkatkan kesejahteraan anggota. “Saat ini pengurus pusat akan memperjuangkan PEPRES terkait kesejahteraan pengawas di seluruh Indonesia dan awal 2023, InsyaAllah peningkatan kesejahteraan bagi pengawas akan terbayarkan,” Yakinnya.
Kenapa kesejahteraan itu penting, sebab dalam melaksanakan tugas di lapangan, banyak liku dan persoalan yang dihadapi, dan itu semua sudah disampaikan, sehingga ketua umum memastikan, 2023 semua keluhan di targetkan terbayar.
Dijelaskan, pengurus APSI saat ini masuk di dua Kementerian, pertama masuk di Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk Kementerian Agama leading sektor nya melakukan pengawasan di madrasah, mulai dari tingkat RA sampai MA, baik negeri ataupun swasta.
Sedangkan pengawas kemendikbud melakukan tugas pengawasan di sekolah, mulai dari TK hingga SMA/SMK. “Sesuai arahan ketua umum, sinergitas dua pengawas di bawah dua Kementerian ini, akan terus saling suport, demi terciptanya peningkatan kualitas pendidikan di masing masing Kabupaten ataupun Provinsi,” Bebernya.
Selanjutnya dalam munas tersebut lanjut mantan ketua Kelompok Pengawas Kementerian Agama Loteng ini, di ikuti 34 provinsi di Indonesia, dengan jumlah peserta sebanyak 499 orang. (nu-01)
