LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)-
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Tengah, terus berjibaku mempersiapkan pemusatan latihan semua Cabang Olahraga (Cabor), di tengah minimnya perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah, terutama masalah anggaran.
Di tengah minimnya anggaran tersebut, pusat pelatihan cabor yang berasal dari anggota koni yang akan dipertandingkan di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB, terus dilakukan guna memenuhi target 30 medali emas.
“Dana kita tidak ada, tapi kami tak patah semangat untuk bisa mempersembahkan 30 medali emas untuk Lombok Tengah di Proprov mendatang,” Kata ketua KONI Lombok Tengah, M. Samsul Qomar, Ahad (20/11).
Pemusatan latihan ini penting guna menguji para atlit yang akan bertanding, perlu di uji di gembleng baru dilakukan seleksi kesiapan mereka untuk berlomba nanti.
Dikatakan, jika ingin melihat para atlit Lombok Tengah benar benar matang, mestinya pusat pelatihan di barengi dengan Pekan Olah Raga Kabupaten (Porkab) pada bulan September – Oktober lalu, namun karena dana tidak ada, kegiatan tersebut batal terlaksana.
“Kesuksesan itu tergantung usaha, artinya jika kita lakukan pelatihan maksimal yang dibarengi dengan porkab, kami optimis para atlit kita benar benar matang, kendati demikian kami dari koni tetap optimis di Proprov 30 medali emas, kita akan boyong pulang ke Lombok Tengah,” yakinnya.
Mantan senior Jurnalis Lombok Tengah ini menambahkan, kendati tidak dibarengi dengan porkab, namun masih ada waktu selama dua bulan ini, yakni bulan Desember dan Januari untuk pemusatan latihan.
“Kita jangan putus semangat, masih ada waktu untuk kita berlatih,” cetusnya.
Sementara untuk kebutuhan dana setelah di hitung hitung sekitar Rp 4 M untuk hibah koni tahun 2023, itu terdiri dari persiapan porprov pemusatan latihan, porprov itu sendiri ada iuran ke provinsi sebesar Rp 2,7 juta per atlit dan untuk kebutuhan koni serta pembinaan cabor.
Selanjutnya Minggu-Minggu ini Koni Lombok Tengah, sudah menyelesaikan data masing masing atlit dari semua cabor yang akan bertanding di proprov mendatang. “Semoga di tengah minimnya anggaran, kita sukses membawa pulang 30 medali emas untuk Lombok Tengah,” yakinnya. (nu-01)
