Loteng Penyumbang Stunting Tertinggi di NTB, IDI Tawarkan Diri Jadi Bapak Asuh

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Stunting salah satu penyakit momok menakutkan di Indonesia, termasuk di NTB. Di NTB sendiri Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), disebut paling banyak menyumbang pengidap penyakit kerdil ini.

Atas hal itu, telah memantik perhatian Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Loteng dan menjadikan Hari Kesehatan Nasional dan Hari Ulang Tahun (HUT) IDI ke-72, momen nyatakan keprihatinan dan menggelar Bakti sosial dengan tema bertarung melawan stunting.

“Atas nama Ketua IDI Loteng, kami sangat perihatin terhadap angka stunting di Loteng. Di momen Hari Kesehatan Nasional dan HUT ke 72, kami mengajak kepada semua pihak untuk perangi stunting dan IDI Loteng siap diangkat jadi bapak asuh bagi para balita yang mengalami stunting,” kata Ketua IDI Loteng dr Mamang Bagiansah SpPD Ahad (20/11).

Dikatakan, IDI cabang Loteng sengaja menjadikan Dusun Mandok, Desa Tanak Beak Kecamatan Batukliang Utara, sebagai lokasi bakti sosial mengingat di wilayah ini, angka stunting tergolong tinggi.

Tingginya angka stunting di Desa Tanak Beak ini, lanjut Direktur RSUD Praya yang baru baru ini dilantik, pihaknya akan mencari tahu faktor apa saja yang menjadi penyebabnya.
Setelah diketahui maka akan mudah untuk diintervensi atau ditemukan solusinya.

“Program ini akan kita lakukan secara berkelanjutan dan di Desa Tanak Beak ini sebagai awal dimulainya perang terhadap stunting di Loteng,” janjinya.

Balita tambah dr Mamang, kondisi Balita yang masuk dalam katagori stunting, memang kondisinya sangat lincah namun setelah diukur, hasilnya kurang.

Secara umum jelas dr Mamang, disinyalir di Desa Tanak Beak angka pernikahan dini cukup tinggi dan bisa jadi ini jadi faktor penyebab stunting.

“Faktornya ini harus kita teliti dan kaji untuk menekan angka stunting dan kami akan konsisten melawan stunting dan tentunya kami butuh sinergi semua pihak, termasuk peran orang tua,” tutupnya. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *