Majukan Ponpes Binaannya, TGH Suhirman Tiru Trik Dakwah Sunan Bonang

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)-  Di tengah moderenisasi saat ini, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Azhar NW Dusun Lingkok Tutup Desa Stuta Kecamatan Janapria Lombok Tengah (Loteng). Eksis mempertahankan metode dakwah tempoe doeloe, salah satunya dengan cara mengambil berkah jejak dakwah Sunan Bonang, dengan cara Seniman.

“Di tengah kemajuan zaman saat ini, cara cara dakwah para pendahulu kita, seperti metode dakwah ala Sunan Bonang sudah mulai hilang, untuk mengambil berkah dan mempertahankan tradisi tersebut, hari ini kita launching dan whorshop seni bela diri silat tradisi 2022,” kata pimpinan Ponpes Al Azhar NW Stuta Kecamatan Janapria Loteng, TGH Suhirman QH. LC.

Dikatakan, Sunan Bonang atau nama lengkap Raden Maulana Makhdum Ibrahim merupakan salah satu wali songo penyebar agama islam di Nusantara, di mana beliau menyebarkan dakwah dengan cara ber seniman. “Seni di sini sangat luas, jika beliau mengedepankan Seni gamelan, kita ambil Seni bela diri atau Seni silatnya,” ungkapnya. Ahad (4/12).

Mengambil Seni bela diri atau silat, dalam mengembangkan Ponpes yang sedang dirintis lanjutnya, bukan berarti meninggalkan roh ponpes itu sendiri.

Artinya ponpes yang lebih identik dengan kajian kitab kitab salafi dan pendidikan formal. Itu tetap dikembangkan, hanya saja mengambil ilmu bela diri sebagai potret memajukan Ponpes, memiliki banyak manfaat, pertama mempertahankan budaya Kampung silat Lombok. Bermanfaat untuk menjaga diri dan orang lain ketika kondisinya berbahaya, mengukir prestasi melalui Seni bela diri, memperbanyak silaturahmi dan menyehatkan.

“Persoalan kajian kitab salafi dan ilmu umum itu wajib kita kembangkan sebab itu ciri khas ponpes, sedangkan mengembangkan ilmu silat ini sebagai pembeda dan potret, inilah ponpes kami beda dengan yang lain, dan di Ponpes kita sudah jadikan pusat Perguruan Garuda Suci di Loteng,” terangnya.

Dikatakan, kesenian itu cakupannya sangat luas, dan jika selama ini ada orang yang menyalahgunakan, jangan terfokus pada seninya, namun oknum yang salah memaknai roh dari kesenian itu sendiri.

Sementara itu Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Loteng Makbul Ramen mengaku bangga dan berterimakasih atas telah dibangunnya Ponpes Al Azhar NW, yang menaungi lembaga pendidikan SMP IT di Desa Stuta Kecamatan Janapria Loteng. “Alhamdulilah di tengah kerinduan masyarakat akan pendidikan berbasis Ponpes, khususnya di Desa Stuta, alhamdulilah sekarang sudah berdiri Ponpes yang menaungi SMP IT,” katanya.

Mendirikan lembaga pendidikan, tidak harus banyak siswanya, sebab yang terpenting adalah kualitas dan menjiwai pendidikan itu sendiri, mulai dari sopan santun, Beraklaqul karimah dan yang lainnya. “Kami tidak bangga dengan lembaga pendidikan yang hanya mengandalkan siswanya banyak namun minum prestasi, sedikit tapi berprestasi itu lebih baik dan akan lebih baik lagi jika banyak siswa dan gemilang prestasinya,” terangnya.

Calon anggota dewan Loteng ini menambahkan, mengembangkan ilmu seni bela diri ala Ponpes saat ini memang tergolong langka, sehingga apa yang dicanangkan Ponpes Al Azhar sangat tepat.

Sebab dengan Seni itu mampu melahirkan keindahan dan Seni itu mulia, termasuk seni juga bagian dari pemersatu bangsa. “Kenapa saya sebut pemersatu bangsa, sebab dengan Seni mampu mengumpulkan banyak orang, seperti Seni bela diri, dari berbagai Perguruan bisa berkumpul jadi satu dan mampu melahirkan kekuatan,” ungkapnya.

Direktur Manager bidang pendidikan dan budaya Kampung Silat Japang Se Jabotabek Herman Budianto mengatakan, saat ini silat japang sudah memiliki 57 cabang se Indonesia dan di Lombok sendiri, Kampung silat japang sudah memiliki tiga cabang Perguruan, termasuk Perguruan Tapak Suci.

Kedatangannya ke Lombok lanjutnya, banyak agenda yang sudah dilakukan, termasuk di Lobar dan KLU kemarin sudah mendirikan penampungan air bersih. “Yang jelas Perguruan silat japang ini mengembangkan lima pilar seperti, Pendidikan Kesehatan, Sosial, Dakwah, kebudayaan dan peningkatan ekonomi,” ungkapnya. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *