Final Februari Mutasi

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah (Loteng) Lalu. Firman Wijaya di RSUD Praya, Jum’at (3/2) dengan tegas mengatakan, masalah mutasi yang selalu mundur dari rencana sebelumnya, insyaallah bulan ini di ikhtiar kan.

“Insyallah bulan Februari ini kita ikhtiarkan,” cetusnya.

Dikatakan, semua persyaratan mutasi sebenarnya sudah rampung dan sudah di sodorkan, ketika sudah di sodorkan ke kedua petinggi, yakni Bupati dan wakil Bupati Loteng.

Namun ada yang diubah, sehingga inilah yang membuat tarik ulur mutasi alias mutasi berubah ubah dari rencana sebelumnya.

Ditanya ada isu, yang membuat tarik ulur mutasi disebabkan kepentingan politik, Sekda mengakui itu pasti sebab beliau berdua adalah politisi. “Bicara politik ia bisa saja demikian, sebab beliau berdua ini kan seorang politikus,” ungkapnya.

Sementara itu dalam pemberitaan sebelumnya, Merebak isu di kalangan Satuan Kerja Pejabat Daerah (SKPD) Lombok Tengah, mutasi pejabat Eselon II dan III bakal di gelar sore Kamis atau malam Jum’at lalu.

Isu tersebut menjadi buah bibir atau pembicaraan di sejumlah instansi pemerintah di Lombok Tengah. Dan tidak tanggung tanggung, sejumlah pejabat menyebutkan, kalau mutasi pelantikan tersebut akan di gelar sore Kamis atau malam Jumat lalu.

Isu tersebut sangat wajar jadi pembicaraan sejumlah pejabat, pasalnya sejumlah pejabat eselon II dan III banyak yang kosong dan ada yang sudah memasuki masa pensiun.

Selain itu, Bupati Lombok Tengah HL. Pathul Bahri pada Bulan Desember 2022 lalu, sempat menyebutkan mutasi bakal di lakukan bulan Januari 2023 atau bulan ini dan bahkan tim pansel sedang bekerja, sebab untuk eselon II, secara aturan sebelumnya harus dilakukan pansel, baru bisa mengisi jabatan tersebut.

Sedangkan untuk pejabat eselon III tentunya ada assessment dan itu juga sedang berjalan, di mana assesment tersebut bertujuan untuk mengukur kriteria pejabat yang layak mengisi jabatan eselon III yang kosong.

Mentalnya isu mutasi yang selama ini jadi buah bibir pejabat, bisa saja di sebabkan ada unsur politik, dan mudah mudahan bulan ini isu tersebut terjawab. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *