Magister Ilmu Hukum Universitas Hang Tuah Angkatan XX, Asah Ilmunya di RSUD Praya

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Mahasiswa magister ilmu hukum, pada fakultas hukum universitas Hang Tuah angkatan XX, memilih RSUD Praya Lombok Tengah (Loteng), sebagai tempat mengasah ilmunya atau melakukan residensi hukum kesehatan.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Hang Tuah Dr. Chomariyah, SH, MH mengatakan, melakukan residensi merupakan program tahunan yang selalu dilakukan, setelah semester selesai dilakukan. Menentukan tempat residensi, tentunya pihak kampus telah memberlakukan kriteria di instansi mana yang layak sebagai tempat mahasiswa mengasah ilmunya.

Seperti saat ini di RSUD Praya Loteng. “Kami sejak tahun 2012 sudah mulai melakukan residensi di masing-masing instansi, memilih tempat bukan asal asalan, namun ada kriteria yang sudah ditentukan pihak kampus dan RSUD Praya Loteng ini, masuk dalam kriteria untuk dijadikan tempat mahasiswa mengasah ilmunya,” katanya, Sabtu (3/2).

Dalam melakukan residensi di setiap instansi, setelah selesai program ini, kerjasamanya tidak sampai di sana, artinya pihak kampus melakukan MoU jangka panjang, sehingga ke depan tetap bersinergi. “Yang positif kita pertahankan, demi kemajuan bersama,” cetusnya.

Dijelaskan, salah satu penyebab kenapa kampus memilih RSUD Praya, sebagai lokasi residensi hukum kesehatan. Di sejumlah media masa dituliskan, di RSUD Praya ini lebih mengedepankan rasa kemanusiaan demi keselamatan. Artinya ketika ada masyarakat atau pasien yang di rawat menggunakan bansos, namun persyaratannya belum lengkap, pihak rumah sakit tidak mau pusing dengan persyaratan.

Dan lebih mengedepankan keselamatan pasien. “Ini yang bikin kami bangga, sehingga kami ingin memperkenalkan kepada para mahasiswa, kalau memberikan pertolongan di depan itu lebih penting,” ujarnya.

Selain itu, secara kebetulan direktur RSUD Praya, salah satu alumni Universitas Hang Tuah dan pihaknya ingin menunjukkan kepada adik adik kelasnya, kalau lulusan Hang Tuah jadi kebanggaan orang banyak. “Sambil kita belajar, kami ingin memperlihatkan kepada para mahasiswa, kalau alumni Hang Tuah sudah jadi kebanggaan orang banyak dan mereka harus mampu seperti kakak kelasnya,” ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng sekaligus pengawas di RSUD Praya, L. Firman Wijaya mengaku, apa yang di sampaikan ibu doktor memang benar adanya. Sebab pihaknya selaku pengawas menekankan kepada pihak RSUD Praya, untuk lebih mengedepankan jiwa kemanusiaan.

“Kalau itu jadi salah satu alasan pihak Universitas Hang Tuah, ia itu memang benar adanya, sebab kami selalu tekankan kepada karyawan agar lebih mengedepankan jiwa sosial dan saling menolong,” katanya.

Dan tidak sedikit pasien yang dirawat menggunakan bansos namun kartu bansos nya masih dalam proses dan pembiayaan nya di tanggulangi APBD sambil menunggu proses bansos nya jadi.

“Kendati begitu cara kami mengedepankan jiwa kemanusiaan, riya riya kecil selalu ada, namun kami tetap tegar yang penting karyawan RSUD Praya, sudah melaksanakan tugas sesuai aturan,” ungkapnya.

Dikatakan, saat ini Loteng salah satu kabupaten kebanggaan NTB malah Indonesia. Pasalnya di Loteng satu satunya lokasi pembangunan sirkuit, KEK Mandalika dan destinasi wisata super prioritas. Dan insyaallah pada tanggal 3,4,5 Maret mendatang, Loteng akan jadi tuan rumah raider di Mandalika.

“Alhamdulilah event event dunia, di pusatkan di Loteng dan pemerintah pusat juga telah menjadikan KEK Mandalika, jadi lokasi destinasi wisata super prioritas. Jika rombongan ingin berkunjung, silahkan saja mumpung sedang di Lombok NTB,” Serunya.

Diakuinya, sebagai pengawas RSUD Praya yang bukan bisik nya, sepertinya sedang berada di tengah hutan belantara, namun berkat kebersamaan dan bimbingan direktur, alhamdulilah telah bersama sama membangun rumah sakit ini lebih baik.

“Saya yakin dulu pak direktur ini dapat
Cumlaude, sehingga mampu mengubah rumah sakit ini jadi lebih baik, dan Semoga tahun ini akreditasi nya sempurna,” Harapnya.

Sementara itu direktur RSUD Praya dr Mamang Bagiansyah mengatakan residensi hukum kesehatan yang di lakukan Universitas Hang Tuah, ini hanya sehari saja. Apa yang ditemukan di RSUD Praya ini, nantinya akan menjadi tesis, layaknya dirinya saat masih jadi mahasiswa.

“Saya bangga jadi Alumni universitas Hang Tuah, bisa berbuat untuk almamater sendiri dan terimakasih saya ucapkan kepada pihak kampus yang telah memilih RSUD Praya, sebagai tempat residensi hukum kesehatan, semoga ke depan ada manfaatnya,” harapnya. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *