Ini cara Ahmad Zaini Buktikan Tanggungjawab Moralnya Jadi Kades Segala Anyar (2)

Stunting adalah momok menakutkan dan pemerintah sedang gencar gencarnya melakukan penanganan, sebagai warganegara yang taat hukum, harus mampu memberikan peran sesuai kemampuan. Menjaga kebersihan, menciptakan lingkungan asri, itu juga bagian dari pencegahan stunting dan konsep MY Darling yang di gagas Desa Segala Anyar, telah mampu mendatangkan angin asri bagi Desanya dan telah memantik perhatian pemerintah

Seperti apa sih konsep MY Darling itu
Berikut paparan ntbupdate.com

SAPARUDDIN
LOMBOK TENGAH

17, terhitung sejak tanggal 17 Februari lalu, konsep MY Darling langsung Action, hal pertama yang dilakukan dalam menjalankan konsep ini adalah, menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri, masyarakat Desa Segala Anyar Kecamatan Pujut Lombok Tengah, sepakat untuk melakukan pembersihan di segala sudut di sekitar Desa setempat.

Di bawah komando Kepala Desa langsung, semua masyarakat Berjibaku bersama sama untuk mensukseskan konsep tersebut, dengan cara melakukan pembersihan secara massal.

“Mengacu pada UU kesehatan nomor 36 tahun 2009, Semua berkewajiban untuk berpartisipasi dalam melaksanakan, mempertahankan, dan meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat. Semua berkewajiban untuk menghormati hak -hak orang lain dalam upaya untuk mendapatkan lingkungan yang sehat, fisik, biologis dan sosial. Saat ini stunting menjadi topik dalam perbincangan dunia, termasuk pemerintah Daerah, baik Provinsi ataupun Kabupaten, sebagai warga negara yang taat hukum, kita harus ikut memberikan andil bagi pemerintah sesuai kemampuan kita, dan konsep MY Darling lahir, sebagai salah satu langkah sumbangsih Masyarakat Segala Anyar untuk Pemerintah dan lingkungan kita,” ucap Kepala Desa Segala Anyar Ahmad Zaini, Kamis (23/2).

Konsep MY Darling yang mengedepankan lingkungan yang sehat dan asri, di yakini mampu memberikan kontribusi dalam membantu pemerintah dalam mengentaskan penyakit stunting.

“Di samping perintah pemerintah untuk menjaga kebersihan, agama juga mengajarkan untuk sehat, dan lingkungan yang bersih dan menyehatkan mampu melahirkan pemikiran yang sehat dan tubuh yang sehat. Tubuh yang sehat melahirkan pemikiran yang sehat pula,” katanya.

Dengan lingkungan yang sehat lanjutnya, juga mampu merangsang pertumbuhan tinggi badan di samping mengimbanginya dengan makanan yang bergizi. “Lingkungan yang sehat dan diimbangi dengan gizi yang cukup, InsyaAllah mampu menghapus pertumbuhan otak anak, penurunan kualitas belajar hingga penurunan produktivitas di usia dewasa,” ungkapnya. “Kita action sesuai kemampuan dulu, persoalan gizi sambil jalan, sembari merangkul pemerintah dan itu sudah kita lakukan dan alhamdulilah pemerintah memberikan respon positif, guna menghindari ancaman penyakit tidak menular seperti, obesitas, hipertensi diabtetes mililitus dan lain lain,” Sambungnya.

Dikatakan, kesehatan lingkungan dalam beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kontribusi penyehatan lingkungan terhadap pengentasan masalah stunting cukup besar, terutama sanitasi yang meliputi kondisi perumahan, akses air bersih, pengelolaan sampah, ketersediaan jamban dan pengelolaan kandang hewan dan lainnya.
Dalam sebuah jurnal disebutkan bahwa hygiene dan sanitasi yang buruk menyebabkan gangguan inflamasi usus kecil yang mengurangi penyerapan zat gizi dan meningkatkan permeabilitas usus yang disebut Environmental Enteropathy (EE) dimana terjadi pengalihan energi, yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan tetapi akhirnya digunakan untuk melawan infeksi pada tubuh.

Mencermati stunting yang disebabkan oleh faktor multi dimensi, Pemerintah Desa Segala Anyar mempunyai tanggung jawab moral atas pengembangan kesehatan masyarakat, program My DARLING dalam kebijakan bidang kesehatan melakukan intervensi anggaran dalam bidang pemberdayaan dan pembinaan masyarakat untuk peningkatan kapasitas kader, pemberian PMT setiap bulannya, kegiatan untuk kesehatan ibu dan bayi dengan segala keterbatasan anggaran di desa.

“Dalam mensukseskan konsep MY darling, kami melibatkan sumber daya manusia lokal dari tenaga nakes, menjalin komunikasi dengan alumni perguruan tinggi kesehatan (alumni Poltekkes) para akademisi dan akan menjalin kerjasama dengan beberapa universitas untuk bisa melaksanakan pendampingan di desa melakukan gotong royong dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat desa, dalam membersihkan lingkungan pemukiman secara kontinyu setiap bulannya,” tuturnya. (Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *