LKP Cahaya Boga Datangkan Instruktur Ternama

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Setelah satu bulan lamanya melaksanakan kursus dan pelatihan pastry bakery. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Cahaya Boga jalan Sunan Giri nomor 33 BTN Pujawan Permai Rancak Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), resmi ditutup.

Dalam acara penutupan tersebut, menghadirkan instruktur ternama dari
SMK ILHAMI Aikmel Kecamatan Aikmel Lombok Timur.

Instruktur Lalu Syahril mengatakan, sesuai hasil sisi akhir dalam pelatihan selama satu bulan tersebut, alhamdulilah semua jenis pastry bakery jenis kue Indonesia dan kontinental seperti, pie sus, roti tawar, sweet bread, taiwainis bread, kue lumpur kentang,donat ubi ungu dan lainnya, hasilnya memuaskan.

Kenapa pihaknya mengatakan demikian, sebab setiap pelatihan di barangi dengan praktik langsung. Di sanalah bisa dipastikan hasil pelatihan selama satu bulan sangat memuaskan.

Atas hal itu, pihaknya tidak khawatir, ketika mereka membuka usaha di tempatnya masing-masing, pastinya rasanya tidak mengkhianati harga.

“Saya selaku instruktur menjamin, ilmu di bidang pastry bakery, lulusan LKP Cahaya Boga siap pakai,” ungkapnya.

Atas hal itu, pihaknya berharap semoga apa yang di dapatkan di LKP Cahaya Boga, peserta bisa berbisnis di bidang berwirausaha secara mandiri dan sukses.

Sementara itu pimpinan LKP Cahaya Boga Praya Loteng Sri Anggriani mengatakan, pelaksanaan pelatihan ini, telah mulai di laksanakan terhitung sejak tanggal 2 Oktober hingga 2 November lalu.

Di mana dalam pelatihan tersebut diikuti 25 peserta dan telah menyelesaikan 150 jam atau satu bulan suntuh. Dari 25 peserta yang berasal dari 12 Kecamatan se Loteng, semuanya alhamdulilah dinyatakan telah memenuhi syarat, sesuai bahan ajar kurikulum merdeka tahun 2023.

“Kita punya panduan sendiri dan itu sudah tertera dalam kurikulum merdeka tahun 2023, dari semua persyaratan tersebut, alhamdulilah dari 25 peserta pelatihan tata boga, kami nyatakan sudah memenuhi syarat dan lulus, dengan nilai memuaskan,” terangnya.

Untuk memenuhi syarat lanjut ibu Sri, banyak liku liku pelatihan yang harus dilalui oleh peserta artinya bukan asal ikut. Sebab pihaknya telah membuatkan target capaian dalam satu pekan, jika sudah memenuhi syarat syarat dan ketentuan tersebut, baru boleh ke pelatihan selanjutnya.

“Tidak sedikit peserta kami harus putar pikiran untuk memenuhi target sesuai kurikulum, namun mereka tetap semangat dan mereka semua mampu melampaui semua persyaratan tersebut,” ujarnya.

Atas beberapa target yang sudah dilampaui tersebut, pihaknya selaku pimpinan LKP Cahaya Boga, sangat yakin lulusannya ini siap pakai sesuai bidangnya.

Ia menambahkan, selama pelatihan keterampilan pastry bakery, peserta tidak hanya di ajarkan cara membuat adonan saja. Namun peserta juga diajarkan bagaimana cara atau management usaha, sesuai kebutuhan saat ini.

Sehingga, semua metode metode atau trik juga diajarkan. “Kan tujuan kita adalah menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM), yang ahli di bidangnya, makanya setelah pelatihan bidang tata boga selesai , kita juga ajarkan bagaimana berbisnis bidang tata boga, sehingga mereka bisa membuka peluang usaha setelah pelatihan selesai,” katanya.

Oleh karenanya, di samping ahli membuat adonan jajan, ilmu managemen usaha juga dibekali.

Selanjutnya, dalam pelatihan ini pihaknya membaginya jadi 5 kelompok. Kelompok pertama ada namanya kelompok Dirga Bakrie, Inges Bakrie, Mawar Bakrie, Mentokan Bakrie dan Sifa Bakrie.

Sampai saat ini lanjutnya tidak sedikit para alumninya sudah bisa mandiri, dengan cara membuka lapangan pekerjaan bagi diri dan orang lain.

Kendati sudah sukses, LKP Cahaya Boga bersama para alumninya, tidak pernah Los kontak, artinya saling mendukung terus ditonjolkan.

Sebab niatnya ketika membuka LKP Cahaya Boga ini, sebagai ajang silaturahmi dan memperbanyak sahabat.

“Selamat kembali ke tempat masing-masing, semoga ilmu yang di dapatkan bermanfaat untuk diri dan orang banyak,” tutupnya (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *