LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Sejalan dengan amanat kurikulum Merdeka, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Tengah (Loteng), kian gencar melakukan Pendidikan dan Latihan (Diklat). Seperti Diklat peningkatan implementasi kurikulum merdeka.
di Aula Gedung PKK Kabupaten Lombok Tengah Sabtu 3/4/2023
Wakil Bupati Loteng Dr. HM. Nursiah meminta kepada seluruh guru TK/PAUD untuk berinovasi dan berkreasi dalam memberikan pendidikan bagi anak-anak didik. Hal itu sejalan dengan amanat dalam kurikulum Merdeka.
“Peningkatan implementasi kurikulum merdeka seperti ini kita harapkan sebagai salah satu langkah dalam mensukseskan kurikulum merdeka,” kata Wabup saat membuka Diklat peningkatan implementasi kurikulum merdeka di Aula Gedung PKK Loteng, Sabtu (2/4) “Tidak boleh monoton, guru dituntut kreatif dan inovatif, itu yang terkandung dalam kurikulum merdeka,” sambung Sekjen DPD 2 Golkar Loteng.
Menurut Wabup, kegiatan ini adalah dalam upaya penguatan kurikulum merdeka. Dia mengapresiasi kegiatan ini sebab anggaran kegiatan bersumber dari swadaya guru.
Dikatakan, ada dua hal yang harus di sepakati oleh guru dalam memberikan pendidikan kepada anak didiknya yaitu, sepakat untuk mencintai, kedua yang mencintai dan dicintai. “Kurikulum merdeka ini saya fahami memuat aturan aturan main, cakupan dan ruang lingkupnya cukup luas. Dari refrensi guru dapat mengelola tugas dengan hebat untuk menjadi dron (alat untuk memotret obyek),” ungkapnya.
Saat ini, ada 900 guru TK dan PAUD di Loteng. Semua guru harus memegang Dron untuk memfoto, mengevaluasi implementasi. “Tanpa ada dron kita tidak akan tahu sampai sejauh mana tugas kita sudah kita kerjakan,” jelasnya
Karena itu, bagi guru yang wajib difahami adalah aturannya, penjelasan dan kebijakan kebijakan dalam kurikulum tersebut.
Kalau guru guru TK bukan hanya secara fisik tetapi apa yang bisa dilakukan dipantau dengan Dron
“Saya ingin katakan bahwa kemajuan dalam organisasi apapun itu harus dilakukan secara organisatoris secara personal dan Kurikulum merdeka titik tekannya adalah berinovasi,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Loteng Drs. H. Lalu Idham Khalid mengatakan, kegiatan ini digagas oleh pengawas TK dan guru penggerak angkatan ke dua dan kegiatan ini, murni swadaya.
“Alhamdulillah, saya sangat salut dengan inovasi dan kesadaran para pendidik kita. Dengan kesadaran itu diklat ini terlaksana dengan swadaya, dan insyaallah penerapan kurikulum merdeka 2024 bakal terlaksana dengan baik, sesuai amanah kurikulum merdeka,” katanya.
Dengan dilaksanakannya Diklat ini lanjut mantan asisten 3 Setda Loteng ini, pihaknya berharap, para guru dapat memahami kurikulum merdeka. Sehingga implementasinya nantinya bisa diterapkan ditempat tugas masing-masing. (nu-01)