PB RTLH Mendominasi Musrembang RKPD di Praya Timur

Lombok Tengah(ntbupdate.com)- Pembangunan Baru (PB) Rumah Tak Layak Huni (RTLH), mendominasi usulan di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng).

Selanjutnya di susul peningkatan saluran irigasi, peningkatan infrastruktur dan beberapa usulan lainnya.

Musrenbang Kecamatan Praya Timur di buka langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H. Lalu Firman Wijaya, Selasa (11/3).

Dalam sambutannya, Camat Praya Timur H. Lalu Fathurrahman mengatakan, sebelum masuk ke musrembang Kecamatan, sebelumnya pihaknya pada tanggal 4 Maret 2025, sudah melakukan pra musrenbangdes, di mana sesuai hasil kesepakatan saat musrenbangdes, ada beberapa yang disepakati dan itu di sampaikan di musrenbang Kecamatan ini.

“Saat musrenbangdes, masing-masing Desa kita sepakati mengusulkan 5 usulan, namun dengan berbagai macam pertimbangan, akhirnya mengerucut jadi 2 usulan,” katanya.

Dua usulan di masing-masing Desa tersebut, terbanyak soal PB RTLH, baru soal infrastruktur, irigasi dan beberapa usulan lainnya.

“Jumlah Desa di Praya Timur ada 14, sesuai kesepakatan masing-masing Desa mengusulkan 2 usulan dan usulan yang masuk didominasi PB RTLH, untuk usulan itu sendiri ada 30 usulan plus 2 usulan dari Kecamatan,” terangnya.

Diakuinya, pada musrenbang sebelumnya, alhamdulillah dari sekian yang diusulkan, sebagian besar sudah terealisasi. Baik itu melalui program Pokok Pokok Pikiran (Pokir) Dewan ataupun program program lain dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

“Usulan tahun lalu sesuai dengan kebutuhan masyarakat, alhamdulillah sebagian besar sudah terealisasi, dan alhamdulillah program dari pokir Dewan, juga banyak menyentuh masyarakat, termasuk pokir pak Maulidi yang kebetulan hadir di acara kita ini,” ungkapnya

Selanjutnya, besar harapan usulan musrenbang kali ini, realisasinya sama dengan tahun lalu, sehingga usulan usulan tersebut dinikmati oleh masyarakat untuk peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H. Lalu Firman Wijaya mengatakan, musrenbang ini merupakan program Rutin, yang di laksanakan sekali setahun.

Sebelum musrenbang, juga diadakan hal yang sama di tingkat bawah, seperti apa yang dikatakan camat Praya Timur barusan.

“Di tingkat dewan ada namanya program Serap Aspirasi (Reses), di tatanan pemerintah daerah ada namanya musrenbang, tujuannya sama menjaring aspirasi masyarakat, untuk selanjutnya di sampaikan di Kabupaten dan selanjutnya di implementasi dalam bentuk program,” katanya.

Dalam musrembang ini ada namanya pagu kewilayahan, artinya pagu tersebut disesuaikan dengan jumlah penduduk. Dari itu, pihaknya berharap dari semua usulan tersebut dan jika terealisasi pihaknya berharap bisa di manfaatkan dengan baik.

Dikatakan, saat ini Loteng sedang menghadapi banyak persoalan, misalnya saja baru baru ini di Desa Beleka Daye Kecamatan Praya Timur, Polda NTB dan Polres Loteng melakukan penyisiran maraknya peredaran narkoba.

Dan alhamdulillah baru baru ini, Kapolda NTB telah menjadikan Desa Beleka jadi Desa bebas Narkoba. “Sekarang kita kembali kan branding Desa Beleka pusat anyaman ketak dan rotan, dan mudah mudahan peredaran Narkoba di Desa Beleka teratasi,” harapnya.

Selanjutnya pernikahan dini, Lingkungan Hidup, layanan kesehatan memadai dan pemenuhan hak anak, peningkatan SDM, angka kemiskinan teratasi dan yang lainnya.

“Semua ini adalah tanggung jawab bersama, semoga dengan musrenbang ini, satu persatu persoalan Loteng bisa teratasi dan pembangunan Loteng semakin mantap,” tutupnya. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *