Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng), luncurkan gerakan serentak pencegahan pernikahan dini di tingkat pendidikan SMP/MTs.
Gerakan serentak pencegahan dini tersebut, terpusat di SMPN 1 Praya Timur Loteng Sabtu lalu.
Hadir, Wakil Bupati Loteng, Dr. HM. Nursiah, Sekretaris Daerah, H. Lalu Firman Wijaya, para kepala SMP se Kecamatan Praya Timur, perangkat daerah, Camat Praya Timur, Kepala Puskesmas Mujur, pimpinan Bank NTB Syariah Cabang Praya, Forum Anak Loteng, serta para finalis Putri Mandalika.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyapa para pelajar dengan pendekatan yang hangat dan interaktif. Ia mengajak siswa-siswi berdiskusi mengenai bahaya pernikahan dini, menyisipkan pertanyaan-pertanyaan reflektif kepada para peserta, seperti: “Kenapa pernikahan dini tidak boleh dilakukan?” Jawaban terbaik dari para siswa langsung diganjar hadiah oleh orang nomor dua di Loteng tersebut.
“Anak-anak harus berani bermimpi tinggi, fokus mengejar pendidikan, dan jangan biarkan masa depan kalian dikorbankan oleh pernikahan dini,” pesannya.
Selain itu, orang nomor dua di Loteng ini, tebarkan pertanyaan seputar bahayanya nikah dini. Dari beberapa siswa yang benar memberikan jawaban, wabup langsung memberikan hadiah, berupa uang tunai.
Hal ini membuat semakin meriahnya acara launcing pencegahan pernikahan dini.
Selain itu, Forum Anak tidak kalah kerennya tampil di depan para peserta, melalui orasi dan sesi edukatif, mereka menjelaskan secara mendalam dampak negatif pernikahan anak, baik dari segi kesehatan, pendidikan, maupun psikologis.
Dalam orasi yang penuh semangat, mereka menegaskan bahwa anak-anak Loteng berhak untuk tumbuh dan berkembang tanpa dibebani risiko pernikahan dini.
Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, sektor kesehatan, lembaga keuangan, dan masyarakat sipil dalam melindungi generasi muda Loteng dari praktik yang mengancam masa depan mereka.
Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H. Lalu Firman Wijaya mengatakan, launching pencegahan pernikahan dini ini, dilakukan mengingat kasus pernikahan dini di Loteng semakin berjalan, tahun ini saja angka pernikahan dini sesuai dengan data angka kelahiran di bawah umur, tembus di angka 1 ribu lebih.
Semakin bertambahnya angka pernikahan dini, membuat Pemda Loteng, kian gencar melakukan sosialiasi dan kampanye Pencegahan pernikahan dini, seperti yang dilakukan di halaman SMPN 1 Praya Timur Kecamatan Praya Timur Loteng. “Semoga langkah ini mampu menurunkan angka pernikahan dini di Loteng,” katanya. (nu-01).
