Ponpes Nurul Qur’an Mertak Tombok, Rayakan Harlah Ke 21 Berlangsung Meriah

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes), Nurul Qur’an (NQ) Lendang Simbe Desa Mertak Tombok Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), Sabtu 26 Oktober 2025, genap umurnya ke 21 tahun.

Keberadaan ponpes ini kendati tergolong masih muda, jika dibandingkan dengan madrasah lain, namun bicara prestasi tidak kalah hebatnya, buktinya tidak sedikit telah banyak melahirkan para generasi Qur’ani dan santrinya tidak sedikit sudah manggung jadi wakil daerah di beberapa lomba, terutama tilawah dan Tahfiz.

Hadir dalam acara tersebut bupati Loteng sekaligus pembina yayasan Ponpes Nurul Qur’an H. Lalu Pathul Bahri, Gubernur NTB di wakili wakil 4 Baznas NTB H. Ahmad Rusli, Kemenag Loteng H. Nasrullah, Qori internasional Prof  DR. KH. Said Agil Husaen Almunawar, para guru Ponpes Nurul Qur’an, para wali siswa dan undangan lainnya.

Dalam pidatonya pimpinan Ponpes Nurul Qur’an Dr. TGH. Sabaruddin Abdurrrahman MPd mengatakan, berdirinya Ponpes ini, adalah mimpi sederhana yang rerus dia idam idamkan.

Mimpi tersebut, alhamdulillah sedikit demi sedikit menjadi kenyataan, kendati mimpi tersebut belum sempurna, namun alhamdulillah sangat ia syukuri. Sebab di balik belum sempurnanya mimpi tersebut, ribuan santri santriwati sudah masuk di beberapa lembaga yang sudah di sediakan di Ponpes Nurul Qur’an.

“Mimpi berdirinya ponpes ini jadi kenyataan, bukan karena dirinya yang menjadikan nyata, namun berkat perjuangan masyarakat dan kekompakan bersama keluarga besar. Dari itu dalam kesempatan ini saya sampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut merintis. Dan sampai saat ini, keberadaan Ponpes telah banyak melahirkan generasi penerus bangsa yang Qur’ani,” katanya.

Selanjutnya sebelum acara puncak, banyak kegiatan sebagai Muqoddinah. Diantaranya, seminggu lalu telah mengadakan acara jalan sehat, lomba mewarnai tingkat RA se Loteng, kesehatan gratis dan di tutup dengan acara Bahsul masail, dengan mengundang pimpinan ponpes se Loteng.

Ia menambahkan, sebagai manusia tak lupa dari salah dan lupa, dari itu pihaknya atas nama keluarga besar Ponpes Nurul Qur’an, mengucapkan permohonan maaf, mungkin selama acara ini berlangsung ada kekurangan mohon di maafkan.

Sementara itu pembina Ponpes Nurul Qur’an Lalu Pathul Bahri Lendang Simbe Desa Mertak Tombok Kecamatan Praya Loteng mengaku bangga dengan kemajuan Ponpes ini. Padahal dulu, pihaknya tidak pernah berfikir ada ponpes di atas tanah perbukitan ini, namun kini alhamdulillah tanah berbukit bukit telah berubah jadi ponpes bertingkat tingkat.

Diceritakan, ponpes ini bermula dari sebuah musholla kecil, tahun 2002 sepulang adinda Dr. H. Sabaruddin Abdurrahman pulang dari India mengikuti lomba Tilawah tingkat Internasional, alhamdulillah juara 1.

Sepakat untuk membangun lembaga pengembangan Al Qur’an, seiring waktu semakin banyak yang datang belajar, sehingga sepakat untuk membangun lembaga pendidikan.

“Kalau tidak salah waktu itu, kami hanya memiliki modal Rp 17 juta, dan membebaskan lahan sebanyak 6 are, dalam perjalanannya alhamdulillah, sekarang menjadi ponpes harapan bersama dan telah berdiri bangunan bertingkat tingkat dan memiliki luas lahan lebih dari 1 Hektar, terimakasih saya ucapkan kepada semua pihak yang telah ikut membantu mengembangkan ponpes ini,” katanya.

Di katakan, di sekitar Desa Mertak Tombok ada 4 Ponpes, alhamdulillah semuanya maju dan santrinya rata rata di atas 1 ribu. Menariknya semua pendiri ponpes, santri dari Nurul Iman Ujan Rintis, termasuk Ponpes Nurul Qur’an.

“Dari 4 Ponpes di Desa Mertak Tombok ini, alhamdulillah Nurul Qur’an paling muda dan sudah memiliki cabang di luar daerah, tepatnya di Sulawesi dan kita namakan Nurul Qur’an  2,” paparnya.

Ia menambahkan, lulusan Ponpes ini pihaknya akui sudah banyak menunjukkan prestasi, terutamabdalam melahirkan para Qori’ Qoriah, para Hafiz Hafizah dan di beberapa cabang lainnya.

Keberadaan ponpes Nurul Qur’an, merupakan salah satu dari ratusan Ponpes di Loteng. Ponpes memiliki tujuan yang sama dalam mencerdaskan anak bangsa, dari itulah pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menghidupkan lembaga pendidikan di bawah naungan ponpes dan sekolah sekolah di Loteng.

“Kita harus pikirkan dari sekarang, siapa yang akan mengisi pembangunan di Loteng secara khusus, dari itu saya harapkan kepada seluruh masyarakat untuk mengisi lembaga lembaga pendidikan yang ada, sebab anak anak kita ini adalah aset bangsa masa depan harapan kita bersama,” pintanya.

Sementara itu Gubernur NTB yang di wakili wakil ketua 4 Baznas NTB H Ahmad Rusli menyampaikan salam takzim Gubernur NTB, Lalu M. Ikbal, seyogyanya beliau akan hadir, akan tetapi karena ada panggilan ke Jakarta yang tidak bisa di wakili, sehingga di amanahkan kepada ketua Baznas NTB.  Namun di waktu yang sama ketua Baznas ada acara di Unram, sehingga di amanah kan kepada dirinya untuk hadir.

Dikatakan, adapun poin amanah yang disampaikan bapak Gubernur NTB, seiring kemajuan zaman saat ini, keberadaan Ponpes harus mampu jadi garda terdepan, untuk berpegang teguh pada nilai nilai keagamaa. Dan budaya lokal.

Keberadaan ponpes dalam mencetak generasi bangsa, telah memberikan kontribusi positif, dari itu Gubernur telah memberikan perhatian besar dan berharap keberadaan Ponpes jangan lelah mencetak kader dan generasi yang bewawasan luas sebagai garda terdepan di tengah kemajuan zaman saat.

Sementara itu dala. Tausiyahnya Prof  DR. KH. Said Agil Husaen Almunawar mengatakan, secara pribadi pihaknya merasa NTB ini adalah rumah kedua, sebab dari tahun 1988 sampai saat ini, sudah puluhan kali datang, membimbing para qori’ Qori’ah NTB.

Terkhusus ke Ponpes Nurul Qur’an ini, sudah ke 4 kalinya hadir dalam acara sakral. “NTB saya rasakan sudah menyatu dalam diri saya, sebab sudah puluhan kali datang, termasuk ke Ponpes Nurul Qur’an ini, alhamdulillah setiap tahunnya terus mengalami perubahan,” katanya.

Selanjutnya pihaknya mengajak kepada jamaah untuk berpegang teguh pada ajaran Islam, yang terkumpul dalam Al Quran. Di dalam Al Qur’an apapun yang mau di cari sudah tertulis, baik yang sudah lalu, yang sekarang dan masa akan datang, semuanya ada dalam Al Qur’an.

Al Qur’an adalah wahyu Allah yang paling sempurna dan terakhir, yang diberikan kepada Nabi dan Rasul Terakhir. Karena wahyu yang terakhir dan sempurna, jadikan Al Qur’an jadi pedoman hidup dan insyaallah, hidup kita akan tenang dan nyaman.

“Apapun itu semuanya sudah terkumpul dalam Al Qur’an, dari itu jadikan Al Qur’an jadi pedoman hidup, insyaallah hidup kita akan tenang dan selamat,” pintanya.

Selanjutnya keberadaan Ponpes Nurul Qur’an, pihaknya akui telah banyak melahirkan para pecinta dan penghafal Al Qur’an, pihaknya sering mendengar kalau lulusannya telah banyak tampil dan mengharumkan nama daerah. “Semoga keberadaan Ponpes ini jadi penerang Al Quran, sesuai dengan nama Ponpea Nurul Qur’an,” tutupnya. (Nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *