Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Tambang emas diduga ilegal di Dusun Kuta 2, Desa Kuta Mandalika Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) makan korban.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Loteng Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Praya Timur Pujut Loteng Sugiarto, akhirnya angkat bicara.
Kepada ntbupdate.com ia mengatakan, setelah mendapatkan kabar terkait ada masyarakat yang meninggal di tambang emas di Dusun Kuta 2, Desa Kuta Kecamatan Pujut Loteng.
Pihaknya langsung menghubungi sanak kerabat, untuk membenarkan informasi tersebut.
“Sekedar kabar adanya galian emas marak di sekitar Desa Kuta, tapi belum saya cek langsung. Saya telusuri dulu, baru saya akan berkoordinasi dengan kadusnya,” kata Sugiarto, Senin (10/12).
Pihaknya sangat menyayangkan terjadinya aktivitas tambang di daerah pariwisata. Terlebih, kawasan tersebut masuk destinasi pariwisata super prioritas.
“Terlebih di dekat sirkuit. Jangan sampai terjadi lagi,” ujar Sugiarto.
Dalam waktu dekat, dewan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk pendindakan lebih lanjut.
“Kalau memang terbukti, saya harap ditindak lebih lanjut. Gunung itu merupakan zona hijau,” tutur Sugiarto.
Diberitakan sebelumnya seorang penambang emas yang merupakan warga Desa Bonder Kecamatan Praya Barat yakni Hemaldi diduga tewas ditambang emas ilegal yang berada di Dusun Kuta II Desa Kuta Kecamatan Pujut.
Selain Hemaldi, tiga orang korban lainnya juga informasinya mengalami luka-luka, diantaranya satu orang masih menjalani perawatan di RSUD Praya dan dua orang lainnya sudah dipulangkan.
Informasi yang didapatkan dari salah seorang warga Bonder mengaku warganya diduga kuat sedang melakukan aktivitas bersama tiga orang rekannya di salah satu tambang emas di wilayah Desa Kuta. Korban juga saat ini sudah berada di rumah duka, namun pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail kaitan dengan insiden tersebut.
“Diduga memang kejadiannya ditambang emas ilegal, informasinya mereka berempat masuk dilubang tambang. Kepolisian juga sudah mengecek lokasi, ada satu warga saya dan tiganya dari luar desa kami,” Ungkap salah seorang warga
Sementara itu, Kasi Humas Polres Loteng, IPTU Lalu Brata Kusnadi membenarkan kabar adanya warga Desa Bonder Kecamatan Praya Barat dinyatakan meninggal. Sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka dan diketahui satu orang masih dirawat serta dua orang sudah bisa dipulangkan. Hanya saja pihaknya belum bisa membeberkan nama-nama korban lainnya karena petugas masih di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pihaknya juga belum bersedia membeberkan apakah para korban mendapatkan insiden dilokasi tambang atau tidak.
“Ada empat korban, satu meninggal kemudian satu dirujuk ke RSUD Praya dan dua sudah pulang. Kalau maslaah kejadian,mohon bersabar nanti kita infokan setelah mendapat informasi yang lebih jelas dari Polsek Kuta karena masih di TKP. Jadi petugas masih mengecek (Apakah galian emas atau tidak,red)”ucapnya. (NU-01)
