Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Usai membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) II Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK-KBIHU) Provinsi NTB.
Di Edotel K-One Mandalika Praya atau di lingkungan SMKN 1 Praya Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (20/12).
Kepala Kanwil (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah H. Lalu Muhammad Amin mengatakan, kuota Haji tahun ini jauh lebih besar dari tahun sebelumnya.
Di mana jika tahun sebelumnya berjumlah 4499 orang, pada pemberangkatan tahun depan bertambah menjadi 5798.
“Jika sebelumnya, pembagian kuota, ditentukan sesuai dengan jumlah muslim setempat, namun sekarang sudah berubah disesuaikan dengan jumlah daftar tunggu, hal ini menyebabkan di beberapa Provinsi, jumlah kuotanya ada yang bertambah dan berkurang, di NTB bertambah, yang semulanya 4499 orang, kini bertambah jadi 5798 orang,” bebernya.
Penambahan tersebut lanjutnya terdiri dari Petugas haji berbagai tingkatan, mulai dari PPIH Pusat, PPIH Arab Saudi, PPIH Embarkasi dan PPIH Kloter.
Dengan tugas masing-masing, mulai dari koordinasi umum (PPIH Pusat), pelayanan di Tanah Suci (PPIH Arab Saudi seperti bidang akomodasi, konsumsi, transportasi, bimbingan ibadah), pendampingan di asrama haji (PPIH Embarkasi), hingga pendampingan langsung jemaah dalam kelompok terbang (PPIH Kloter), termasuk tim kesehatan (dokter dan perawat) serta pembimbing ibadah di setiap kloter untuk memastikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jemaah berjalan baik dari awal hingga akhir.
Selanjutnya soal pemberangkatan untuk kloter pertama, di pastikan pada tanggal 21 April 2026, seluruh Jamaah Calon Haji (JCH), sudah mulai masuk embarkasi untuk gelombang pertama.
Dikatakan, saat ini pemerintah Arab Saudi semakin memperketat aturan, dari itu pihaknya mendorong masing-masing pimpinan KBIHU, harus menguasai teknologi seperti Hanpon termasuk kepada JCH, agar bisa lebih mandiri. (NU-01).
