Ini Jenis Makanan SPPG Desa Sukaraja, Yang Disajikan Selama 3-4 Hari Libur

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), terus mengedepankan keamanan pangan, kebersihan, sanitasi, dan gizi sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baik itu mencakup pemenuhan fasilitas dapur higienis, penggunaan peralatan food grade, penerapan sistem manajemen mutu (HACCP), serta legalitas dan transparansi operasional untuk menjamin makanan sehat bagi penerima manfaat.

“Baik di masa aktif maupun libur sekolah, kepuasan dan kualitas sesuai standar yang telah ditetapkan, kami tetap utamakan,” kata kepala SPPG Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Loteng Amir Hamzah, Rabu (24/12).

Dikatakan, selama libur sekolah ada beberapa jenis menu sajian yang disajikan diantaranya, Menu hari ini
Porsi besar :
1. Susu full cream
2. Roti tawar
3. Keju
4. Buah apel
5. Kripik tempe

Porsi kecil :
1. Susu full cream
2. Roti tawar
3. Keju

“Soal distribusi kita sudah atur biar lancar, dan itu kami sesuaikan dengan tingkatan jenjang pendidikan. untuk SMP sekitar jam jam 10- 11, TK SD jam 7- 8. Sedangkan untuk SMA- MA sekitar jam 12,” paparnya.

Dikatakan, dalam pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG), terdapat beberapa aspek terpenting yang wajib diutamakan untuk memastikan keberhasilan dan manfaat optimal bagi penerima.

Pertama, ketepatan sasaran, prioritas utama adalah memastikan makanan diterima oleh kelompok rentan yang menjadi target program, seperti balita, anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Hal ini krusial untuk menekan angka malnutrisi dan stunting di Indonesia.

Dua, Kualitas dan Keamanan Pangan (Higienitas), dimana Aspek ini sangat vital karena berkaitan langsung dengan kesehatan penerima manfaat.

Tiga Ketepatan Waktu, distribusi harus berjalan lancar dan tepat waktu untuk memastikan makanan dikonsumsi saat masih segar dan layak makan. Keterlambatan dapat menyebabkan makanan menjadi basi dan tidak termakan, yang akan menggagalkan tujuan program.

Ke empat, Kandungan Gizi Seimbang
Program MBG menekankan pada pemenuhan gizi yang seimbang, bukan sekadar mengenyangkan. Makanan yang didistribusikan harus memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang meliputi karbohidrat, protein (hewani dan nabati), sayuran, buah-buahan, dan lemak sehat.

Terakhir, Pemerataan dan Jangkauan
Program ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan gizi antar daerah. Oleh karena itu, distribusi diprioritaskan untuk menjangkau daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan wilayah yang membutuhkan pemerataan akses gizi.

“Apalagi kami di Sukaraja, aksesnya sangat mudah, jalan jalan sudah bagus, sehingga kami dalam proses distribusi ke sekolah ataupun madrasah, tepat sasaran sesuai dengan waktu yang sudah kami rencanakan,” tutupnya. (Nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *