Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Lemabaga pendidikan baik di bawah naungan Kementerian Agama ataupun Kementerian Pendidikan, kendati sudah libur panjang.
Namun itu tidak mempengaruhi pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG), Artinya MBG tetap jalan dengan sistem berbeda.
Akan tetapi, realitanya di lapangan, untuk jatah 3 sampai 4 hari menu makanan yang diberikan hanya berupa satu bungkus kripik tempe, satu biskuit yang berisi dua keping, satu cup kecil cereal, satu susu kotak ukuran kecil, dan beberapa jenis buah.
Seperti yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemunuhan Gizi Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), Mitra Pegelola Yayasan Pejuang Berkah Bergizi (YPBB), di MIN 1 Loteng.

“Masak seperti ini jenis makanan yang diberikan kepada anak kami selama 3-4 hari, kalau seperti ini patut saya duga pengelola MBG di MIN 1 Loteng, hadir hanya untuk cari untung tanpa melihat tujuan bapak Presiden kita, melahirkan program ini,” Tegas Wali Siswa MIN 1 Loteng Ahmad Nouval F Naufal kemarin.
Pasalnya, makanan yang di distribusikan pengelola, asli tidak sesuai dengan harapan. “Saya kecewa dengan jatah yang diberikan, apalagi ini untuk jatah 3-4 hari, bapak pengelola harus mikir dong, jangan cari untung doang,” tegasnya.
Jatah Makanan Bergizi Gratis (MBG) lanjut LSM Semesta NTB ini, seharusnya disajikan sesuai takaran yang sudah di atur sesuai regulasi yang ada. “Ditanya kecewa, saya sangat kecewa,” cetusnya.
Kenapa pihaknya mengatakan sangat kecewa, sebab jatah MBG yang diterima asli, tidak sesuai dengan harapan, padahal nyata nyata tujuan dari MBG ini guna memberikan kepada anak-anak atau siswa agar gizinya cukup, malah ini sebaliknya.
Atas hal itu pihaknya selaku wali siswa, akan melaporkan kepada pihak berwenang dan mendesak agar dilakukan investigasi dan tindakan tegas terhadap pelaku.
“Kami akan terus memantau dan melaporkan kasus ini hingga tuntas. Kami tidak akan membiarkan ada ruang bagi oknum-oknum yang ingin memanfaatkan program MBG untuk kepentingan pribadi,” tutupnya.
Sementara itu Salman selaku penanggung jawab MBG di MIN 1 Loteng dalam pesan teks WahtsAppnya menuliskan, “Kami selaku pihak dapur meminta maaf atas sebesar² nya pak, kami akan perbaiki lagi management kamu dan sebagai bahan evaluasi kami kedepan, dan terimakasih atas masukan dan kritikan dari bapak, 🙏🙏🙏,” tutupnya. (Nu-01)
