Mataram (ntbupdate.com)’ Kementerian Agama Republik Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur.
Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Pembinaan dan Pembekalan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag), NTB, yang digelar di Aula MAN 2 Mataram, Selasa (23/12).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia ( SDM ) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, Dr. H. Wawan Djunaedi, S.Ag., MA, bersama sejumlah pejabat pusat dan daerah.
Turut hadir Kepala Bagian Pengadaan dan Mutasi ASN Kemenag RI Septian Saputra, S.Kom, Kepala Bagian Pemetaan dan Pengelolaan Kompetensi ASN Rajeb Gandi Rahmat, SE, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Kepala Biro UIN Mataram, para pejabat eselon III, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-NTB.
Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz, dalam laporannya menyampaikan bahwa kelulusan ribuan PPPK di lingkungan Kemenag NTB membawa dampak besar, tidak hanya secara kelembagaan, tetapi juga secara sosial dan ekonomi.
“Secara ekonomi, ribuan lulusan PPPK ini mampu menghidupi dan membiayai keluarga mereka. Ada yang sudah berkeluarga, memiliki anak, bahkan cucu. Ini adalah keberkahan dan tanggung jawab besar,” ujarnya.
Ia juga menceritakan momen haru saat penyerahan Surat Keputusan (SK) PPPK, di mana para penerima SK didampingi oleh pasangan hidup atau orang tua mereka. Hal tersebut sengaja dilakukan agar keluarga dapat menyaksikan langsung bahwa negara hadir dan peduli terhadap masa depan aparatur Kemenag.
“Kami mohon kepada Bapak Kepala Biro SDM untuk memberikan pelatihan, pembekalan, serta tausiyah integritas dan kinerja kepada para PPPK. Saat ini jumlah pegawai Kemenag NTB mencapai 7.431 orang,” tambahnya.
Kepala Biro SDM Dr. Wawan Djunaedi menyampaikan penghargaan atas perjuangan panjang yang telah dilalui para PPPK hingga akhirnya diangkat oleh negara.
Ia menegaskan bahwa keberadaan PPPK merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan aparatur dan keluarganya.
“NTB selalu di hati. Luar biasa semangat dan dedikasi para PPPK di sini,” ungkapnya.
Dalam arahannya, Dr. Wawan Djunaedi menekankan bahwa rasa syukur harus diwujudkan melalui kinerja dan pelayanan yang maksimal, bukan sekadar ucapan.
“PPPK ini wajib disyukuri. Bukan hanya hadiah dari pemerintah, tetapi rasa syukur itu diwujudkan dengan masuk kerja tanpa bolong-bolong, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan memberikan layanan terbaik kepada umat beragama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar para PPPK tidak lagi mempermasalahkan status kepegawaian. Menurutnya, saat ini yang terpenting adalah bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab.
“Sekarang bukan waktunya memperkan pegawai PPPK tetap atau tidak. Yang harus disyukuri, gaji sudah naik dan kesejahteraan meningkat,” ujarnya.
Selanjutnya terkait kepastian kontrak PPPK. Ia menjelaskan bahwa setiap lima tahun kontrak PPPK akan diperpanjang jika kinerjanya baik, namun sebaliknya, kontrak dapat dihentikan jika kinerja tidak menunjukkan profesionalisme.
“Banyak orang yang ingin menjadi PPPK. Mereka sebelumnya. Maka yang wajib disyukuri sekarang adalah bekerja dengan benar dan penuh integritas,” pesannya.
Selain itu, PPPK tidak dapat melakukan pemeliharaan secara sembarangan dan diharapkan tidak merepotkan pimpinan. Penempatan kerja merupakan hasil kontrak yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Di bahu bapak dan ibu PPPK ada nama lembaga dan institusi. ASN adalah masyarakat pelayan. Dalam bermedsos harus beretika, memiliki sensitivitas, dan tidak melukai perasaan. Hati-hati, karena masyarakat melihat kita sebagai aparatur yang difasilitasi negara,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan dan pembekalan ini mampu memperkuat integritas, meningkatkan kinerja, serta meneguhkan komitmen para PPPK sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan, sekaligus memperkuat citra positif Kementerian Agama sebagai institusi yang profesional, humanis, dan melayani umat. (NU-01).
