Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Tiga Pimpinan Kecamatan (PC) Pemuda Nahdlatul Whathan (NW) Lombok Tengah (Loteng), menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) II Pemuda NW secara serentak di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Loteng.
Tiga PC pemuda NW Loteng, yang melaksanakan Muscab II secara serentak, masing-masing PC Pemuda NW Kecamatan Praya, Praya Barat dan Praya Barat Daya Loteng, Ahad (28/12).
Dalam muscab II Pemuda NW, untuk Kecamatan Praya terpilih Ketua H. Syakirunniam, Sekretaris Andi Surya Tama.
Kecamatan Praya Barat ketua Abdurrahman Jayadi, Sekretaris Fahmi Tohri. Sedangkan PC Pemuda NW Kecamatan Praya Barat Daya Loteng, ketua Ahmad Padli Prasitya, Sekretaris M. Alung Saputra.
Hadir dalam Muscab II bersama tersebut, Pimpinan Daerah (PD) Pemuda NW Loteng, H. Lalu. Ramdan bersama sekretaris dan jajarannya, para pengurus lama dan baru, para Tuan guru dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam arahannya PD Pemuda NW Loteng H. Lalu Ramdan mengatakan, pergantian pimpinan ini suatu hal yang lumrah terjadi dan di semua organiasi ataupun pemerintahan, masa periode sebagai pimpinan ada batasnya.
Termasuk dalam kepengurusan kepemudaan NW, di mana dalam kepengurusan pemuda NW, dilakukan pergantian sekali Tiga tahun.
“Re generasi itu perlu dan itu sudah lumrah, setiap jabatan ada akhirnya, termasuk dalam kepengurusan kepemudaan NW, kedatangan saya selaku PD pemuda NW Loteng guna memberikan motivasi dan ini juga bagian dari tanggung jawab saya dalam menjalankan amanah, untuk membuat perubahan besar di tatanan kepemudaan NW, harus saya lakukan,” ungkapnya.
Selanjutnya, pihaknya ucapkan banyak terimakasih kepada pengurus lama, yang telah eksis berjuang dalam melaksanakan tugasnya, sebagai ketua PC Pemuda NW sebelumnya.
Selanjutnya kepada pengurus baru yang terpilih nantinya, harus lebih baik dari sebelumnya. Kenapa pihaknya mengatakan demikian, sebab keberadaan pemuda adalah emasnya NW dalam memajukan organisasi
Selain itu, mari bersama sama kita buat perubahan dan sejarah dalam diri sendiri, artinya ketika di percaya sebagai pimpinan, mari amanah tersebut dijalankan dengan baik, tentunya dengan cara membuat perubahan lebih baik dari sebelumnya.
Makanya, di setiap pertemuan muscab II yang sudah i datangi, mulai dari PC Kecamatan Pujut, Jonggat, Kopang, Batukliang, Batukliang Utara, Janapria, Praya Timur dan PC Praya Tengah selalu ia ingatkan, jika berniat hanya sekedar ingin tenar atau meramaikan, sebaiknya mundur sebelum mencalonkan diri, sebab pihaknya yakin kader kader Pemuda NW masih banyak yang siap berjuang.
“Jika adik adik hanya niatnya numpang tenar, sebaiknya mundur sebab saya butuh orang orang yang siap berjuang, untuk guru kita, organisasi kita, daerah kita dan bangsa kita, makanya yang terpilih hari ini harus mampu membuat perubahan lebih baik dari kepengurusan sebelumnya. Yang terpilih di Muscab II ini, harus pilihan dan punya komitmen berjuang untuk organisasi, daerah dan bangsa,” tegasnya.
Dikatakan, sesama pejuang harus saling mendukung bukan saling menjelekkan, saling mengumbar aib namun mari saling bahu membahu dan saling mengisi kekurangan.
Dari itu, kepada pengurus baru yang terpilih, jangan sekali kali mengandalkan ego dan malas untuk berbagi ilmu dengan pengurus sebelumnya. Demikian pulang kepada pengurus lama, jangan malas memberikan bimbingan dan masukan.
Sebab tujuan kita ini adalah sama, bagaimana caranya memajukan organisasi NW melalui bidang masing-masing. Dari itu pihaknya berharap untuk jangan malas berjuang, jangan saling menjatuhkan tapi mari saling bimbing.
“Bicara materi, bukan ini tempatnya, tapi di kepemudaan NW kita di ajarkan untuk berjuang dan terus berjuang, guna memajukan organisasi NW yang sama sama kita cintai ini,” serunya.
Dikatakan, semasih duduk di Mahad dulu, pihaknya sering mendengarkan fatwa para masyaikh, untuk terus berjuang. Dan pihaknya yakin, apa yang ia dengar dulu juga pastinya diajarkan oleh para masyaikh kita. Dari itu, melalui kepengurusan kepemudaan NW ini, mari bersama sama kita jalankan, agar apa yang menjadi hajatan para masyaikh tercapai.
“Saya tidak akan bicara terlalu jauh tentang perjuangan, sebab saya yakin nasihat guru kita sama, kita di ajarkan untuk terus berjuang dalam membesarkan organisasi NW,” ungkapnya.
Selanjutnya Pemda Loteng selama ini telah memberikan ruang seluas luasnya kepada pemuda untuk berkereasi dalam menciptakan perubahan. Cuman selama ini pihaknya melihat para pemuda masih vakum dalam memanfaatkan kesempatan tersebut, apakah karena kurang Sumber Daya Manusia (SDM), kurang tau informasi atau apa.
Dari itu, pihaknya mengajak kepada seluruh pengurus baru, tanpa terkecuali untuk membuka lembaran baru, mari buat perubahan besar untuk organisasi, daerah, agama dan bangsa.
“Saya harapkan kesempatan ini jangan di sia siakan, mengingat pemda Loteng sangat well come kepada pemuda untuk ikut ambil bagian dalam menciptakan perubahan dan mari kita jadikan kesempatan ini untuk mengukir sejarah baru untuk kehidupan di masa mendatang,” tutupnya (Nu-01).
