Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Sekretaris Komisi III DPRD Lombok Tengah (Loteng), Ki Agus Azhar langsung menerima kedatangan anggota Pusat Advokasi dan Aksi Pemuda (PAAP) NTB.
Perkumpulan para advokat datang ke gedung rakyat tersebut, guna melakukan audiensi dengan Komisi III DPRD Loteng, soal masih banyaknya pelayanan dasar yang belum terselesaikan, mulai dari jalan rusak, penumpukan sampah, hingga buruknya pelayanan air bersih PDAM.
Hadir jajaran Komisi III DPRD, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Direktur Teknis PDAM Loteng.
Sekretaris Jenderal PAAP NTB, Muhammad Zulkarnain, SH, menyoroti kondisi jalan Barabali–Praya yang rusak meski merupakan jalur strategis, sampai saat ini masih jadi keluhan masyarakat secara umum.
Pasalnya jalan Barabali Praya, masuk dalam jalan strategis yang di lewati masyarakat, bukan hanya masyarakat Loteng saja namun masyarakat luar Loteng.
“Semua kita tau jalan Barabali Praya, ini jalan strategis yang banyak di lalui masyarakat baik dalam daerah maupun luar daerah, kondisi jalan ini sudah mulai dikeluhkan dan waktunya di perbaiki,” katanya.
Selanjutnya persoalan sampah di Pasar Barabali, juga tidak kalah pentingnya jadi sorotan para pengguna jalan, sehingga ini harus diperhatikan.
“Yang namanya jalan banyak yang melewatinya, ketika tumpukan sampah tidak diurus, kan kita yang malu, apalagi yang lewat ini masyarakat luar Loteng, jadi saya harapkan sampah di Pasar Barabali harus segera ditangani,” pintanya.
Bukan hanya itu, soal kebocoran pipa PDAM, sering kali lamban ditangani, padahal jika petugas sigap saya yakin air bersih tidak banyak mubazir.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi III DPRD Lombok Tengah, Ki Agus Azhar, SH, menyebut keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama. Sesuai data di Dinas PUPR dari 800 kilometer jalan kabupaten, baru 74 kilometer yang berada dalam kondisi mantap, sementara ratusan kilometer lainnya masih membutuhkan perbaikan.
Selanjutnya soal sampah, menurut data di DLH, keterbatasan armada jadi pemicu serta rendahnya kesadaran masyarakat. DLH menyatakan telah menurunkan armada tambahan untuk membersihkan kawasan Pasar Barabali sejak awal Januari 2026.
Termasuk soal kebocoran, tentunya semua itu akan di tindaklanjuti dan diperbaiki dalam waktu satu minggu. (nu-01).
