14 Korban Keracunan, Humas FP4 NTB: Ini Jangan Dianggap Sepele, Saya Minta Distribusi MBG SPPG Terkait Dihentikan Sementara

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4) NTB menyoroti dugaan insiden keracunan yang dialami 14 siswa sekolah dasar dari SDN 1 Darmaji dan MI Hidayatussolihin, yang dilaporkan dirawat di Puskesmas Muncan, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah (Loteng), jangan disepelekan.

Berdasarkan informasi yang diterima, para siswa mengalami gejala mual, pusing, dan muntah-muntah sekitar 30 menit setelah mengonsumsi susu dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh SPPG Nusantara Jaya Catering Kopang Loteng.

Atas hal itu, FP4 NTB menilai kejadian ini harus ditangani secara serius dan transparan karena menyangkut keselamatan anak-anak sekolah.

“Kami meminta distribusi susu MBG dari pihak SPPG terkait dihentikan sementara sampai hasil pemeriksaan medis dan uji laboratorium keluar. Kejadian ini tidak boleh dianggap sepele,” tegas Ahmad Nouval, Humas FP4 NTB, Sabtu (17/1).

FP4 NTB juga mendesak dilakukan uji laboratorium terhadap sampel susu dan evaluasi menyeluruh terhadap SOP produksi, penyimpanan, serta distribusi, termasuk pembukaan data batch produk, pemasok, dan jalur distribusi ke sekolah penerima.

Apabila nanti terbukti terdapat kelalaian atau pelanggaran standar keamanan pangan, maka pihak terkait dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan UU Pangan, UU Perlindungan Konsumen, dan ketentuan pidana yang berlaku.

Ia menambahkan FP4 NTB, akan mengawal proses penanganan agar kejadian serupa tidak terulang guna memastikan program MBG berjalan dengan aman dan profesional.

Ditambahkan, informasi terbaru yang ia terima, penanganan kasus yang sama di sebabkan susu MBG SPPG Nusantara Jaya Catering Kopang Loteng, tidak hanya ditangani di Puskesmas Muncan saja, namun di Puskesmas Pengadang Kecamatan Praya Tengah Loteng, juga ada yang di rawat. Dan malah konon sampai saat ini pihaknya mendapatkan informasi, siswa yang di tangani di Dua Puskesmas ini lebih dari 30 orang siswa.

“Saya minta petugas terkait untuk segera turun ke SPPG penyalur, dan bila perlu jangan biarkan SPPG terkait beroperasi, sampai Dinas terkait mengeluarkan hasil uji laboratorium,” tutupnya. (NU-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *