Lombok Tengah (ntbupdate.com)-
Karang Taruna Indonesia (KTI) Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), sukses menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Organsiasi dan Kepemimpinan (MOK), angkatan 2026.
Digelarnya Diklat MOK tersebut, sebagai langkah awal pengkaderan dan melahirkan penguatan kapasitas pemuda Pujut Berkualitas, makmur mendunia.
Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak Desa Mertak Kecamatan Pujut Loteng, 24–25 Januari 2026.
Ada 234 pendaftar mengikuti tahap awal, dan 136 calon anggota dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan ke proses seleksi selanjutnya. Peserta DIKLAT MOK ini, berasal dari 18 desa di Kecamatan Pujut.
Ketua Panitia DIKLAT MOK KTI Kecamatan Pujut Loteng Royatma Imroni Sultan menyampaikan, kegiatan ini bertujuan mencetak kader KTI yang berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap berkontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Melalui DIKLAT MOK ini, kami ingin membentuk kader KTI yang berkualitas. Tema Pemuda Pujut sebagai Pilar NTB Makmur Mendunia menjadi arah dan semangat utama dalam seluruh rangkaian kegiatan,” ujarnya. Senin (28/1).
Kegiatan DIKLAT MOK ini menghadirkan sejumlah narasumber dan pemateri kompeten, di antaranya TGH. Zaenal Abidin, QH. Al-Yamani, Dedet Zelthauzallam, S.Ip., M.M., Rata Wijaya, S.Pd., M.M., H. Muhammad Sahnan, serta Junardi, S.Pt., M.Sc. Materi yang disampaikan meliputi keorganisasian, kepemimpinan, kewirausahaan, pariwisata, peluang kerja, ekonomi serta peran strategis pemuda dalam pembangunan desa.
Sementara itu, Ketua KTI Kecamatan Pujut, Sri Anom Putra Sanjaya, S.H., menegaskan bahwa DIKLAT MOK ini merupakan ruang strategis dalam penguatan organisasi dan kaderisasi pemuda.
“DIKLAT ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi merupakan ruang strategis untuk membentuk pemuda yang memiliki daya saing, karakter, serta kepedulian sosial dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa KTI Kecamatan Pujut selama ini konsisten menghadirkan berbagai program pengembangan kapasitas pemuda.
“KTI Kecamatan Pujut bahkan pernah membawa 54 orang anggotanya ke Bali untuk belajar langsung terkait pengembangan pariwisata. Hal ini kami lakukan sebagai upaya memperluas wawasan dan pengalaman kader,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menegaskan, proses kaderisasi yang dilakukan telah memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan organisasi kepemudaan.
“Saat ini, rata-rata Ketua KTI di seluruh desa se-Kecamatan Pujut merupakan kader KTI Kecamatan Pujut. Bahkan, kami juga telah mencetak berbagai Ketua OKP, baik di tingkat kabupaten hingga provinsi,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Sri Anom Putra Sanjaya menegaskan bahwa DIKLAT MOK ini menjadi fondasi awal gerak organisasi ke depan.
“Setelah DIKLAT MOK ini, KTI Kecamatan Pujut akan terus bergerak melalui program-program kejutan (surprise program) yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat serta memperkuat peran pemuda sebagai motor perubahan,” pungkasnya. (NU-01).
