Manfaatkan Lahan Kosong, PKM Mujur Ajak Binaan Gandeng Unram Lahirkan Program Kasturi

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Tahun lalu Puskesmas Mujur Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), masuk harapan Tiga nominasi terbaik Loteng di Liga Sinova.

Tidak puas dengan hasil itu, tahun ini Puskesmas Mujur di bawah kepala Puskesmas dr. I.G.N.B. Wira Parranatta, kembali berbenah dengan menggandeng Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram), dalam hal “Kampung Sadar Tanaman Dan Obat Tradisional Untuk Rumah Asri” (Kasturi) dalam hal pengembangan Inovasi Dusun.

“Tahun lalu kita di posisi harapan Tiga dalam Liga Sinova Kabupaten Loteng, di Liga Sinova selanjutnya kami berupaya lebih dari tahun sebelumnya dan kami gandeng KKN PMD Unram, dalam hal inovasi Dusun, dan kami telah pilih Dusun Kebon Alit Desa Mujur untuk mengembangkan program inovasi Kasturi,” jelas Kepala Puskesmas Mujur
dr. I.G.N.B. Wira Parranatta, Kamis (28/1).

Secara kebetulan saat Liga Sinova Puskesmas Mujur jadi penggagas inovasi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan melalui optimalisasi lahan pekarangan rumah.

“Di Dusun Kebon Alit Desa Mujur Kecamatan Praya Timur Loteng, tempat di kediaman ibu Nurfaizah,” jelasnya lagi.

Adapun tujuan program inovasi Kasturi lanjut dr Umum ini, yaitu teredukasinya Masyarakat terutama seluruh Kepala Keluarga (KK), yang ada di Dusun Kebon Alit secara khusus dan di beberapa Desa wilayah binaan di Kecamatan Praya Timur Loteng.

Dikatakan, tahap awal atau minggu pertama sudah dilaksanakan mulai 3 Januari 2026, Puskesmas Mujur mendukung kegiatan penanaman berbagai jenis TOGA yang memiliki manfaat kesehatan dan mudah dibudidayakan.

Adapun Jenis tanaman yang ditanam meliputi jahe, kunyit, temulawak, sereh, serta tanaman obat lainnya. Tahap ini difokuskan pada persiapan lahan dan penataan tanaman sebagai fondasi utama pengembangan TOGA di tingkat rumah tangga.

Minggu kedua, 10 Januari 2026, Puskesmas Mujur berperan aktif dalam kegiatan sosialisasi pemanfaatan TOGA kepada masyarakat. Sosialisasi ini disampaikan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Mujur, Hj. Endang, yang memberikan edukasi mengenai jenis-jenis TOGA, khasiatnya, serta peran penting tanaman obat dalam upaya promotif dan preventif kesehatan keluarga.

“Kegiatan ini mendapat sambutan positif dan antusias dari masyarakat,” cetusnya.

Selanjutnya pada minggu ketiga, 17 Januari 2026, Puskesmas Mujur bersama mahasiswa KKN melanjutkan inovasi ini melalui pembagian bibit TOGA kepada masyarakat. Bibit yang dibagikan merupakan tanaman yang sebelumnya telah diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi.

Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat secara mandiri menanam dan merawat TOGA di pekarangan rumah masing-masing sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Selanjutnya, pada minggu keempat, 24 Januari 2026, Puskesmas Mujur kembali berkolaborasi dalam kegiatan sosialisasi dan praktik langsung pengolahan TOGA menjadi jamu tradisional. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari kalangan ahli serta melibatkan masyarakat secara aktif, mulai dari pengenalan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian jamu yang aman dan bermanfaat untuk kesehatan.

Harapan besar dari kegiatan ini Adalah warga mengetahui dosis dan tata cara yang benar untuk mengolah tanaman obat atau mungkin menjadi bahan untuk berwirausaha jamu nantinya.

Secara keseluruhan, inovasi pemanfaatan TOGA yang digagas oleh Puskesmas Mujur ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber obat keluarga.

Respons positif masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi dan meningkatnya kesadaran warga untuk menanam serta mengolah TOGA secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga. Sampai saat ini terdapat 30 lebih KK yang merasakan manfaat dari kegiatan ini.

“Karena ini program perdana, tentunya butuh penyempurnaan untuk nantinya kita akan jadikan pembelajaran untuk penyempurnaan, sebab program ini akan terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya dalam rangka memperkenalkan tanaman obat kepada warga di tingkat Dusun,” tutupnya.

Sementara itu dari pihak Unram Muhammad Wahyu Al Malik mengaku bangga dan berterimakasih kepada kepala Puskesmas Mujur, yang telah memberikan kepercayaan kepada KKN PMD Unram, dalam memberikan pengabdian jangka panjang dan menyehatkan untuk masyarakat.

Jangka panjang yang ia maksudkan lanjutnya, sebab beberapa jenis tanaman yang ditanam, tentunya membawa manfaat panjang untuk masyarakat.

Selain jangka panjang, tanaman tersebut juga menyehatkan bagi tubuh, artinya kombinasi jahe, kunyit, temulawak, dan sereh berkhasiat sebagai peningkat imun, antiinflamasi (anti-radang), antioksidan, serta pereda masalah pencernaan seperti mual dan kembung.

Selain itu, campuran ini juga membantu meredakan nyeri sendi, menjaga kesehatan hati (liver), detoksifikasi, menurunkan gula darah, dan memberikan efek menenangkan.

Ia menambahkan, sebagai mitra pelaksana di lapangan, pihaknya melibatkan 10 mahasiswa, yang nantinya akan terus berkoordinasi dan melaporkan kondisi di lapangan.

“Dalam kemitraan ini, 10 mahasiswa kita libatkan namun tetap di bawah koordinasi dan di bimbing langsung dari bapak dosen Dr. Fahruddin, M.Pd,” tutupnya. (Nu-01).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *