Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Warga Dusun Rundun Desa Marong Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), mencurhatkan keinginan mereka untuk mekar dari Desa Induk, yaitu Desa ?Marong.
Keinginan mereka di sampaikan saat program Serap Aspirasi (Reses) Anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) III Pujut Praya Timur Loteng, M. Maulidi, Sabtu malam (6/2).
“Dusun Rundun ini masuk wilayah Desa Marong, yang lokasinya di ujung timur yang berbatasan langsung dengan Dusun Penansak Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur, di Lokasi ini masyarakat lebih banyak meminta untuk mekar, dan jadi Desa Penansak,” katanya.
Atas apa yang di inginkan tersebut, tentunya pihaknya selaku wakil warga, akan ia sampaikan dan jika diliat dari sisk geografis, memang kampung ini cukup jauh dari pusat desa dan malah lebih dekat dengan Desa Sengkerang.
Demikian pula dengan Dusun penansak, juga lumayan jauh dari desa Induk yaitu Desa Sengkerang.
“Butuh kajian pemda Loteng tentunya, tapi kalau boleh saya bicara atas nama pribadi, kampung Penansak ini cukup padat dan wilayahnya juga cukup luas, apalagi kampung Rundung dengan Penansak ini pemisahnya hanya gang kecil, bicara layak ia layak untuk di usulkan, tapi pastinya pemda punya tim dan regulasi tersendiri untuk melakukan pemekaran, tetap kita sampaikan nanti di sidang Paripurna,” janjinya.
Selain di Dusun Rundun lanjut politisi PBB ini, di Desa Kidang Kecamatan Praya Timur, warga setempat mengusulkan Saluran Irigasi dan Perbaikan jalan untuk mencegah Banjir. Dan sarana Fasilitas Ibadah.
Untuk irigasi sendiri lanjutnya, warga Kidang rata rata berpenghasilan dari tani, dari itu selama ini kebutuhan air terkadang jadi kebutuhan pital untuk mengairi sawah mereka, sehingga alternatif untuk memenuhi kebutuhan air tersebut, perbanyak saluran irigasi.
“Untuk irigasi bukan hanya irigasi masuk persawahan namun irigasi di beberapa pinggir jalan juga tak luput dari perhatian masyarakat, mengingat selama musim hujan sering kali air naik ke jalan sehingga mengakibatkan kerusakan, lantaran irigasi dipinggir jalan nihil,” ujarnya.
Bukan hanya itu, roda perekonomian di Desa Kidang terkadang tersendat karena jalan yang sudah mulai dimakan usia, sehingga jalan jalan yang ada butuh perbaikan.
Terakhir pasilitas sarana dan prasarana tempat ibadah. “Saya sangat bersyukur masyarakat sangat peduli dengan tempat ibadah dan itu masuk usulan saat reses, dari semua yang di minta, semuanya saya tampung untuk selanjutnya nanti akan kami usulkan dan semoga semua terealisasi,” harapnya. (NU-01).
