Peduli Ponpes, Lalu. M. Ahyar Reses di Ponpes Darul Muttaqien NW Penujak

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Keberadaan Pondok Pesantren (Ponpes), akhir akhir ini kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng.

Padahal keberadaan ponpes memiliki nilai ganda jika dibandingkan dengan lembaga pendidikan lainnya, di mana ponpes selain tempat belajar formal, ponpes juga mengelola pendidikan non formal, seperti kajian kitab kuning dan kitab kitab salafi lainnya.

Bukan hanya itu, ponpes juga memiliki program dakwah di luar lingkungan ponpes, dalam mengembangkan pendidikan keagamaan.

Tidak sampai di sana, ponpes paling sering mendapatkan kunjungan ketika pilkada, pileg guna mendapatkan dukungan. Namun ketika semua sudah berlalu, ponpes sering ditinggal, hal ini memantik perhatian Wakil Ketua DPRD Loteng Lalu Muhammad Akhyar.

“Saya tidak mau disebut kufur nikmat, keberadaan ponpes secara umum telah banyak memberikan kontribusi, baik kepada diri saya dan membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa, dari itu Ponpes harus kita perhatikan,” kata Lalu Muhammad Akhyar saat melaksanakan program Serap Aspirasi (Reses) masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026, di Ponpes Darul Muttaqien NW Penujak Kecamatan Praya Barat Loteng kemarin.

Dikatakan, fungsi ponpes sangat beragam, mencakup pendidikan agama (pengajaran ilmu agama, pembentukan akhlak mulia), pembentukan karakter (disiplin, tanggung jawab, toleransi), dakwah (penyebaran nilai Islam moderat), serta fungsi sosial dan ekonomi (pemberdayaan masyarakat, pengembangan keterampilan, dan menjadi pusat keilmuan serta peradaban Islam di Indonesia).

Ponpes juga mengintegrasikan ilmu umum dan keterampilan untuk adaptasi zaman. Ponpes juga mengajarkan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam, melalui kitab-kitab klasik dan modern. Ponpes juga tempat membentuk dasar keimanan, ketakwaan, serta akhlakul karimah pada santri, membentuk kepribadian muslim yang kuat, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab melalui kehidupan asrama, serta
mengajarkan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan solidaritas ukhuwah Islamiyah.

Besarnya pengaruh dan jasa ponpes dalam melahirkan generasi penerus dan pembinaan ditengah masyarakat, harus mendapatkan suport dari pemerintah. Dari itu program reses ini salah satu upaya untuk memberikan perhatian demi keberlangsungan pengembangan Ponpes.

“Saya sudah lihat langsung kondisi bangunan ponpes ini dan butuh perhatian, hasil reses ini nantinya akan disampaikan ke pemerintah daerah, untuk selanjutnya diperhatikan,” janjinya kemarin.

Dikatakan, reses ini merupakan program DPRD Loteng dalam menyerap aspirasi masyarakat, termasuk bersilaturahmi langsung dengan masyarakat, termasuk yang sedang dilakukan saat ini di Ponpes Darul Muttaqien NW Penujak.

Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, baik para guru, wali siswa dan pemerintah serta lembaga lainnya. Dalam mendukung keberlangsungan pendidikan, pemerintah daerah tentunya memiliki peran penting, terutama soal Sarana dan Prasarana (Sarpras), dalam mendukung keberlangsungan pendidikan.

Selanjutnya soal pendidikan, dengan kecanggihan teknologi saat ini pihaknya meminta para pendidik harus mampu mengimbangi kemajuan teknologi, agar dalam mendidik tidak ketinggalan zaman, termasuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi.

“Program ponpes harus dipublikasikan agar dikenal masyarakat luas. Guru dan pengelola juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi,” pungkasnya

Sementara itu pimpinan Ponpes Darul Muttaqien NW Penujak, Lalu Saparudin mengucapkan banyak terimakasih atas telah dipilihnya Ponpes ini, jadi tempat melaksanakan reses.

“Semoga implementasi dari reses ini, keberadaan Ponpes bisa diperhatikan,” katanya.

Dikatakan 70 tahun lalu ponpes ini berdiri, kondisi sarana dan prasarana madrasah kian terbatas. Ini berdampak pada keberlanjutan ponpes ke depannya.

Dari itu pihaknya berharap, melalui kegiatan itu, apa yang menjadi aspirasi pihak ponpes bisa direalisasikan oleh pemerintah daerah. Baik itu berupa program bantuan dan pemberdayaan, guna meningkatkan kesejahteraan serta kualitas ponpes.

“Semoga ada solusi konkrit agar ponpes Darul Muttaqien NW Penujak bisa memenuhi kekurangannya,” harapnya. (NU-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *