Mataram (ntbupdate.com)- Ide Bupati Lombok Tengah (Loteng) H. Lalu.Pathul Bahri, SIP, MAP, tidak pernah habis dalam mewujudkan Loteng lebih maju.
Kali ini Bupati Loteng bersama PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) Sepakat jadikan Dam Batujai Kecamatan Praya Barat Loteng, jadi Seaplane atau tempat pesawat yang dirancang khusus untuk lepas landas dan mendarat di permukaan air.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama di ruang Direktur Utama Bank NTB Syariah Mataram, disaksikan Gubernur NTB dan Menteri Perhubungan RI serta para Dirjen Kementrian Perhubungan.
“Nanti Bendungan Batujai sebagai penghubung antar kabupaten Kota di NTB melalui seaplane tersebut” kata Bupati Loteng usai penandatanganan kerjasama Sabtu (28/2).
Dikatakan, kesiapan bendungan Batujai sebagai hangar bagi pendaratan seaplane. “bendungan batujai sebagai hanggar sudah sangat siap. Kami mendukung rencana ini,: sambung ketua DPW Gerindra NTB.
Dia menegaskan bahwa dampak positif yang ditimbulkan adalah adanya pertumbuhan dan pergerakan ekonomi masyarakat melalui UMKM, selain itu akan dijadikan pusat destinasi wisata bagi masyarakat.
Sejauh ini sudah dilakukan uji analisis danpak lingkungan oleh pihak PT AMAN dengan pemerintah provinsi dan Kabupaten dan hasilnya tidak ada dampak lingkungan yang akan ditimbulkan. Selain itu masyarakat nelayan juga tidak akan terganggu dengan aktivitas seaplane itu.
“semua sudah dikaji dan dianalisis danpak baik buruknya, dan isnyaallah tidak ada danpak negatif ditimbulkan terhadap lingkungan” jelasnya.
Terpisah Gubernur NTB L.M. Iqbal mengatakan Bendungan Batujai direncanakan menjadi hub pertama bagi seaplane Indonesia untuk mendorong wisatawan berkualitas menikmati banyak destinasi yang tersebar di NTB. Tahun 2025 sampai September 2025, tercatat jumlah wisatawan mancanegara ke NTB sebanyak lebih dari 806 ribu orang terutama destinasi Mandalika, Senggigi, Gili, Pulau Moyo dan Tambora. Melalui visi Gubernur Iqbal, “NTB Makmur Mendunia”, layanan transportasi seaplane akan mendorong peningkatan pemasukan bagi pemerintah daerah khususnya dari sektor pariwisata.
‘Kita ingin menghadirkan wisata yang nyaman, aman, langsung dan cepat, dan kehadiran seaplane akan memberikan kecepatan bagi wisatawan berkualitas yang memiliki uang namun waktu yang terbatas.’ Kata Presiden Direktur PT AMAN, Michael Nicholas.
Seaplane rencananya akan mulai beroperasi tahun ini untuk mendukung event internasional sirkuit Mandalika Motor GP dan Asia Talent Cup guna menghadirkan wisatawan berkelas dunia. “deirencabakan bulan Juni 2026 sudah mulai beroperasi” ungkapnya.
Menurutnya, Penerbangan dari Malaysia, Australia dan negara tetangga terdekat Thailand serta dari Timur Tengah diharapkan terus meningkat sehingga akan menggairahkan pelaku ekonomi di daerah yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Untuk awal rute sementara sekitar NTB saja dahulu, namun kita akan expansi ke luar NTB seperti Bali” ungkapnya.
PT AMAN akan berinvestasi pada awal Rp. 450 milyar untuk Pembangunan hangar dan mendatangkan pesawat seaplane ke NTB. Tentunya dengan layanan transportasi pesawat tsb akan memberikan lapangan pekerjaan lebih banyak bagi lulusan pariwisata, hospitality restaurant dan resort serta UMKM. “Nanti akan banyak tenaga kerja yang bisa diserap dari kerjasama ini” kata dia.
Pengalaman internasional menunjukkan bahwa konektivitas seaplane dapat menjadi katalis transformasi ekonomi. Misalnya, di Maladewa, operator dan teknologi seaplane asal Kanada menjadi fondasi lahirnya sebuah ekosistem pariwisata kelas dunia. Melalui model tersebut, Maladewa berhasil lebih dari melipatgandakan jumlah wisatawan dan resortnya, membangun industri pariwisata berbasis seaplane yang kini menghasilkan sekitar USD 5 miliar devisa setiap tahun, mempekerjakan secara langsung sekitar 60.000 tenaga kerja, serta menjadi industri ekspor terbesar bagi negara kepulauan tersebut.
Ditargetkan pada tahun 2026 ini PT Abadi Mega Angkutan Nusantara akan mendatangkan 2 pesawat seaplane dan akan bertambah sampai 10 dengan target 5 tahun ke depan melihat pangsa pasar wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.
Usai menyakisakan melakukan Penandatanganan Kerjasama, Mentri Perhubungan bersama Gubernur NTB, Bupati Loteng, Wakil Bupati Loteng sejumlah Dirjen Kemenhub. BWS NTB mendatangi bendungan Batujai untuk melihat secara langsung kesiapan bendungan Batujai sebagai landasan pacu bagi pesawat seaplane.
Menurut penjelasan pihak PT. AMAN, panjang landasan yang akan digunakan sekitar 400 meter. Untuk sementara 2 pesawat yang akan parkir di Bendungan Batujai nanun melihat potensi pariwisata di NTB perkembangannya sangat pesat maka tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak lagi. “semua persyaratan sudah kami siapkan pak Mentri” ucapnya.
Ditanya soal dampak lingkungan yang akan ditimbulkan, dia menegaskan bahwa tidak ada danpak lingkungan yang akan ditimbulkan.
Lalu bagaimana dengan nelayan setempat apakah akan terganggu, dia memastikan tidak akan terganggu. Soal jawal penerbangan belum diketahui.
“nanti kita lihat sejauh mana perkembangannya” jelasnya.
Sementara itu Mentri Perhubungan RI mendukung sepenuhnya rencana tersebut. Dia berharap segala prosedur sudah diselesaikan sebingga nanti tidak ada masalah yanv ditimbulkan dikemudian hari. “Silahkan disegerakan. Semua kendala dan prosedur harus segera diaelesaikan” ucapnya dalam perbincangan antara pihak PT AMAB dengan Menteri.
Dia berharap dukungan semua pihak agar harapan pariwisata di NTB khususnya Loteng semakin maju. (NU-01).
