Lombok Tengah (ntbupdate.com) – Anggota DPR RI Dapil NTB II dari Fraksi Gerindra, Hj. Lale Syifaun Nufus, bersama mitra kerja Komisi VIII DPR RI, masing-masing Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bakal mendatangi Pondok Pesantren (Ponpes) Safinatunnajah NW Repok Oak, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah (Loteng).
Kunjungan tersebut dilakukan, setelah pihaknya mendapatkan informasi kalau Ponpes di bawah pimpinan TGH. Khotibuddin, mendapatkan musibah, asrama santri terbakar. Termasuk beberapa pemukiman warga juga terkena dampak.
“Sebelumnya melalui Kementerian Sosial RI dan BNPB selaku mitra kerja Komisi VIII DPR RI, sudah saya minta agar menghubungi Dinas Sosial NTB dan BPBD NTB guna menurunkan bantuan dan mencatat kerugian yang ditimbulkan musibah kebakaran di Ponpes Safinatunnajah NW Pengadang. Dan hari ini saya akan langsung turun ke lokasi bersama kementerian sosial RI dan BNPB,” kata Politisi Gerindra Hj. Lale Syifaun Nufus, Rabu (25/3).
Sebelumnya, pihaknya bersama mitra kerja sudah menurunkan bantuan antara lain 2 unit tenda serbaguna, 20 unit velbed, dan 10 lembar tenda gulung. Selain itu, juga disalurkan lemari, buku dan kitab, pakaian sekolah putra, tikar, bantal, kasur, serta tenda besar.
“Saya kan besar di ponpes, jadi tahu betul apa saja kebutuhan mendesak yang harus segera disalurkan, untuk menyempurnakan dan mengurangi beban pimpinan Ponpes, hari ini saya turun bersama mitra kerja sambil mendata kerugian yang ditumbulkan dari musibah kebakaran tersebut dan menurunkan bantuan lagi,” paparnya panjang.
Dikatakan, atas musibah ini pihaknya berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada. Terlebihnya lagi saat ini musim kemarau sudah mulai tiba, kewaspadaan harus ditingkatkan guna menghindari hal hal yang tak diharapkan.
“Bila mau bepergian, sebaiknya cek kompor di dapur, kalau mau pasang atau perbaiki listrik, panggil petugas. Sebab selama ini konsleting listrik sering kali jadi dugaan penyebab terjadinya kebakaran, sedia payung sebelum hujan itu lebih penting kita lakukan,” tutupnya. (Nu-01)
