Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Jika selama ini Lombok Tengah (Loteng) bagian Utara, di kenal dengan penghasilan kebon Kopi. Kini Loteng bagian selatan, terutama di wilayah Desa Segala Anyar Kecamatan Pujut Loteng. sudah bisa mengembangkan kebun Kopi, dengan kesuburan tanahnya yang menjanjikan, Amaq Rasip (60 tahun) warga Dusun Kadik II Desa Segala Anyar, sukses membudidayakan Kopi jenis Arabika dan Robusta.
“4 Tahun lalu, saya mencoba menanam kopi di atas lahan seluas 12 are dengan jumlah 300 pohon kopi, dengan kesabaran dan keuletannya, alhamdulillah tahun ini bisa panen dengan hasil melimpah,” kata Amaq Rasip warga Desa Segala Anyar, Ahad (12/4).
Selain menanam kopi lanjut Amaq Rasip, ia juga menyediakan bibit kopi arabika bagi para petani yang tertarik untuk mengikuti jejaknya menanam kopi. Sebelumnya, berbagai komoditas pertanian pernah ditanam di lahannya itu, seperti pisang, pepaya dan lainnya. Namun belum membuahkan hasil yang signifikan sehingga dirinya terus melakukan upaya untuk mengganti dengan tanaman lain. Hingga suatu hari dirinya nekat membeli bibit kopi dan menanamnya di lahan tersebut.
“Sampai sekarang, belum ada yang saya temukan para petani di bagian selatan khususnya di Desa Segala Anyar yang tanam pohon Kopi, mungkin saya orang pertama dan alhamdulillah hasilnya sangat menjanjikan,” tuturnya.
Merespon hal tersebut, kepala Desa Segala Anyar Kecamatan Pujut Loteng Ahmad Zaini mengatakan, Desa Segala Anyar memiliki potensi pertanian yang sangat strategis, terutama karena karakteristik lahan yang ada didominasi lahan kering dan tadah hujan.
Para petani mengoptimalisasikan lahan tadah hujan dengan menanam berbagai komoditas salah satunya yang dikembangkan oleh Amaq Rasip dengan menanam kopi robusta dan arabika, dengan lahan yang terbatas beliau dan dengan tantangan keterbatasan air mampu membuktikan bahwa jenis kopi jenis robusta dan arabika bisa tumbuh subur dan menghasilkan, selain komoditas komoditas lain yg ditanam oleh warga Segala Anyar, seperti melon, semangka, cabe, tomat bawang.
“Keberhasilan orang tua kita Amaq Rasip, jadi bukti kendati bagian selatan di kenal tandus, namun sukses membudidayakan pohon kopi,” katanya.
Dengan potensi besar dalam pengembangan pertanian terpadu dan berkelanjutan pemdes melalui bumdes dan kelompok petani muda, berikhtiar mengembangkan pupuk organik dari kohe(kotoran hewan) yg sumbernya dari kandang kandang sapi, kambing, ayam yang ada di wilayah Desa Segala Anyar.
“Sekarang ini kita sedang bekerjasama dengan wakai farm Jepang untuk mengembangkan sayur sayuran organik dan rencana wakai farm akan membangun greenhouse untuk mendukung upaya pengembangan tersebut,” tutupnya. (Nu-01).
