Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Bertempat di aula kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng), Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng, melahirkan program yang diberi nama Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat (PAKEM).
Dalam peluncuran program tersebut hadir Kepala kantor kemenag Loteng H. Lalu Syahdi, S.Pd, M.Pd, Perwakilan Perkopimda, Kejari Loteng, Kepala Dinas Pendidikan, Ketua MUI, para Kasi di lingkungan Kemenag Loteng, Koordinator Penyuluh Agama dan lainnya.
Kepala Kanmenag Loteng H. Lalu Syahdi S.Pd, M.Pd mengatakan, sebagai bentuk mendukung program Kejari Loteng, pihaknya telah menyiapkan tempat peluncuran program PAKEM, yang di gagas langsung oleh Kejari Loteng.
“Sebelumnya pihak Kejari Loteng mengirimkan surat dan menawarkan peluncuran program PAKEM, yang di adakan di aula kemenag, sebagai bentuk dukungan dalam membangun sinergi, saya langsung menyetujui dan mengerahkan seluruh jajarannya untuk ikut mensukseskan pekuncuruan program tersebut,” katanya Rabu (15/4).
Dikatakan, setelah pihaknya menelaah tujuan dari program PAKEM, ternyata erat hubungannya dengan tugas sehari hari, terutama dalam hal mengawasi ajaran-ajaran yang berpotensi menimbulkan perpecahan dan beberapa program lainnya.
“Kami di lingkungan kemenag sangat terbantu dengan peluncuran program ini, dan kami di kemenag mendukung penuh,” ucapnya.
Ia menambahkan, sebagai instansi perpanjangan dari Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag NTB yang di berikan amanah sebagai kemenag Loteng, tentunya semua program dan perintah dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangannya, di jalankan termasuk program, pencegahan dan mengawasi ajaran ajaran yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
“Pak Kanwil Kemenag NTB sendiri, tidak henti terus menekankan kepada kita, untuk bersinergi dengan instansi lain di masing-masing wilayah, termasuk kami di Loteng terutama dalam hal mengawasi ajaran-ajaran yang berpotensi menimbulkan perpecahan dan beberapa program lainnya,” katanya.
Mengawasi ajaran-ajaran yang berpotensi menimbulkan perpecahan lanjut mantan Kamad MAN 1 Loteng ini, bertujuan menciptakan harmonisasi kehidupan beragama dengan mengawasi ajaran-ajaran yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
“Kemenag dengan sejumlah instansi pemerintah sebagai mitra kerja, satu sama lain kita terus saling mengisi dan membantu, sebab kami tidak bisa bekerja sendiri, makanya kita gandeng beberapa mitra kerja untuk hasil maksimal,” ujarnya. “Semoga kerjasama ini tepat sasaran dalam membantu Kanwil Kemenag NTB dan atas nama Kepala kemenag Loteng, kami menyarankan kepada seluruh guru, pengawas, penyuluh, penghulu, pimpinan yayasan Ponpes, untuk ikut mensukseskan program ini dan jika ada indikasi ajaran sesat masuk di Loteng, segera laporkan untuk selanjutnya kita akan lakukan penanganan,” tutupnya. (Nu-01).
