Gelora Dan Semangat Kaum Perempuan Nusantara Dalam Spirit Madrasah NBDI 1943: Inspirasi Lobaratorium Pemberdayaan Perempuan Nusantara Oleh: Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, QH., M.A. (Guru Besar/Profesor Pascasarjana UIN Mataram).

Madrasah NBDI 1943 Laboratorium Inspirasi Pemberdayaan Perempuan Nusantara: Penjelasan Komprehensif: Historis, Filosofis dan Sosiologis.

1. MAKNA HISTORIS

a. Angka 1943: Konteks Zaman Pendudukan Jepang Tahun 1943 bukan angka sembarangan. Ini masa Jepang berkuasa di Indonesia. Pada masa ini:
1. Pelarangan organisasi: Jepang membubarkan banyak organisasi pergerakan. Namun pendidikan agama lewat madrasah masih diberi ruang, asal tidak politik.

2. Fujinkai & Seishinkai: Jepang membentuk organisasi perempuan semi-militer. Tapi perempuan pesantren diam-diam bikin jalur sendiri: madrasah. Jadi 1943 adalah simbol perlawanan halus ketika perempuan tidak boleh berorganisasi politik, mereka masuk ke madrasah.

3. Lahirnya kesadaran: Banyak madrasah putri lahir 1942-1945 sebagai respons penjajahan. Pendidikan jadi senjata. NBDI 1943 berarti madrasah ini bagian dari gelombang kebangkitan perempuan di tengah krisis.

b. NBDI: Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah?

Jika merujuk tradisi pesantren, NBDI kemungkinan singkatan dari Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah atau sejenisnya. Historisnya:

1. Nahdlatul Banat: Tahun 1920-1930an, NU mulai dirikan madrasah putri. Banat = anak perempuan. Ini revolusi: dulu perempuan cuma ngaji di rumah.

2. Diniyah Islamiyah: Menegaskan kurikulum agama. Historisnya, madrasah jadi cara perempuan masuk ruang publik lewat jalur agama yang legitimate di mata masyarakat dan penjajah.

Makna Historis Total:NBDI 1943 adalah monumen kecil bahwa di tahun paling gelap penjajahan, perempuan Nusantara memilih “bertempur” lewat ilmu, bukan bambu runcing. Madrasah = basis kultural perlawanan.

2. MAKNA FILOSOFIS

a. Madrasah sebagai “Laboratorium”.

Kata “Laboratorium” bukan tempelan. Filosofinya dalam tradisi Islam dan sains:
1. Al-Ghazali: Ilmu itu ada dua: ‘ilm al-mu‘amalah dan ‘ilm al-mukasyafah.

Laboratorium = tempat mu‘amalah: uji, praktik, gagal, ulang. Madrasah bukan cuma transfer teks, tapi tempat mengolah.

2. Iqra’ + Tajribah: Wahyu pertama “Iqra’” = baca/analisis. Laboratorium = tempat membaca realitas.
Perempuan tidak cuma hafal dalil, tapi uji dalil di lapangan: kemiskinan, KDRT, kesehatan, ekonomi.

b. Inspirasi Pemberdayaan.

1. Inspirasi: Dalam filsafat Islam = ilham. Bukan motivasi kosong, tapi penyaksian bahwa perempuan bisa. Laboratorium melahirkan role model, bukan ceramah.

2. Pemberdayaan: Bukan “dikasih”. Filosofinya tamkin dalam Al-Quran: {وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا… وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً} [Al-Qashash:5].

c. Perempuan Nusantara
Kenapa tidak “perempuan Islam” saja?
Frasa “Nusantara” filosofisnya:

1. Maqashid Syariah lokal:
Islam tidak turun di ruang hampa. Hifzh an-nasl di NTB, di Jawa beda dengan di Papua. Laboratorium menguji fikih perempuan dalam konteks adat, laut, tani, pasar, hutan, sawah dan ladang.

2. Rahmatan lil ‘alamin versi lokal:

Perempuan Nusantara = penjaga local wisdom. Dari tenun, jamu, pangan, parenting. Madrasah jadi lab untuk mengislamkan tradisi & membumikan Islam sekaligus.

Makna Filosofis Total:
Madrasah ini bukan sekolah, tapi pabrik makna. Tempat mengubah ayat jadi aksi, mengubah santriwati jadi aktor perubahan, tanpa tercerabut dari akar Nusantaranya.

3. MAKNA SOSIOLOGIS

a. Struktur Sosial yang Dilawan & Dibangun.

1. Melawan 3M:
Miskin, Marginal, Misogini. Tahun 1943 perempuan dilarang sekolah tinggi. Madrasah NBDI jadi afirmasi: ruang khusus perempuan untuk naik kelas sosial lewat agama.

2. Membangun Modal Sosial Baru:
Lulusan tidak cuma jadi ibu, tapi bu nyai, guru, bidan, pedagang, aktivis. Mereka bikin jejaring peer support perempuan lintas kampung. Ini social capital yang tidak dimiliki kolonial.

b. Fungsi Sosial “Laboratorium Inspirasi.

1. Fungsi Manifes: Ngaji kitab kuning, tahfiz, fiqih wanita.
2. Fungsi Laten: Latih leadership, public speaking, manajemen koperasi, advokasi. Tahun 1943 tidak ada kampus gender studies. Madrasah ini labornya.
3. Fungsi Disruptif: Menggeser definisi “perempuan shalehah” dari diam di pingitan jadi aktif memberdayakan.
Inspirasi menyebar: satu santri pulang, 10 kampung berubah.

c. Pemberdayaan Perempuan Nusantara sebagai Gerakan

1. Tidak Elitis:
Nusantara = dari Sabang sampai Merauke. Tidak Jawa-sentris. Artinya kurikulum adaptif: fikih laut untuk Maluku, fikih tani untuk Sulsel, fikih tenun untuk NTT. Fiqih Mutiara untuk Lombok, Fiqh Tambang Emas untuk Pulau Sumbawa NTB.

2. Basis Kultural, Bukan Impor: Beda dengan women empowerment Barat yang kadang tabrak norma. NBDI pakai dalil al-‘adatu muhakkamah. Adat yang baik dipertahankan, yang zalim direformasi pakai agama.

3. Efek Domino Sosial: 1 perempuan berdaya = 1 keluarga sehat, 1 kampung melek huruf, 1 pasar punya wirausaha.
Tahun 1943 ini strategi gerilya sosial di tengah perang.

Makna Sosiologis Total:
NBDI 1943 adalah simpul jejaring perempuan pertama yang sistematis. Ia menjawab pertanyaan sosiologi: bagaimana kelompok subaltern merebut kuasa? Jawabnya: bikin laboratorium sendiri.

SINTESIS 3 DIMENSI
Dimensi Inti Makna Pertanyaan yang Dijawab. Historis Perlawanan kultural di zaman Jepang lewat ilmu Kapan perempuan mulai sadar ? 1943
Filosofis Ilmu + Amal + Lokal = Otoritas Kenapa lewat madrasah? Karena di situlah teks jadi konteks.

Sosiologis Gerakan dari pinggiran menuju pusat Bagaimana caranya? Bikin lab, cetak inspirasi, ubah struktur.

Jadi, MADRASAH NBDI 1943 LABORATORIUM INSPIRASI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN NUSANTARA adalah:

1. Secara historis: Prasasti hidup bahwa perempuan Nusantara tidak pernah diam saat dijajah.
2. Secara filosofis: Mazhab pendidikan yang percaya perempuan bisa jadi ulil albab dan khalifah, bukan cuma konco wingking.
3. Secara sosiologis Prototipe community-based empowerment 70 tahun sebelum SDGs.

Kalau 1943 bisa lahir di zaman meriam, apalagi 2026. Mau aku bantu rumuskan kurikulum “Laboratorium” ini versi sekarang: apa mata pelajaran, metode, dan output-nya

SELAMAT HARI ULANG TAHUN KE-83 MADRASAH NBDI.

NBDI JAYA ABADI SEPANJANG MASA.

والله اعلم بالصواب.
Disadur dari berbagai sumber.

TERIMAKASIH IBU MENTERI PPPA. Drs. Hj. Arifatul Choiri Fauzi. MSi (Pimpus Muslimat NU).

KYAI DR. MAMANIMAMULHAQ, ANGGOTA DPR RI FRAKSI FKB.
TERIMAKASIH MUSLIMAT NW YANG SETIA DAN SEDIA.
MADRASAH NBDI JAYA SEPANJANG MASA.

(Dihimpun oleh: H. Fahrurrozi Abu Raziqi- Hasil didikan Induk Dua Madrasah NWDI-NBDI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *