Lombok Tengah (ntbupdate.com)- H. Lalu Hadrian Irfani anggota DPR RI, Daerah Pemilihan NTB 2 yang saat ini di amanahkan sebagai wakil ketua Komisi X DPR RI, punya cara tersendiri dalam membantu masyarakat dan membangun daerahnya.
Pasalnya, ketua DPW PKB NTB ini, telah membuktikan diri dan banyak berbuat, terutama di dunia pendidikan.
Ada beberapa poin penting kiprah H. Lalu Hadrian Irfani dalam memperjuangkan pendidikan di NTB.
Pertama, Pendorong Pendidikan Berbasis Teknologi (TTG), Lalu Hadrian aktif mendorong pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota di NTB untuk mengintensifkan pendidikan berbasis TTG.
“Saya ingin balas budi kepada masyarakat dan tanah kelahiran saya, melalui jabatan di komisi X, saya ingin anak muda NTB tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu menjadi penemu atau inovator baru, demi kemajuan daerah,” katanya, Ahad (26/4).
Ke Dua, sukses memgawal dan mengeksekusi anggaran untuk pendidikan yang bersumber dari APBN, dengan cara perbaikan kualitas sarana prasarana serta peningkatan kualitas guru.
Ke Tiga, melakukan evaluasi untuk peningkatan kualitas Pendidikan, dengan cara melakukan perbaikan dan pemerataan guru sesuai kurikulum agar hasil pendidikan tepat sasaran.
Ke Empat, mengembalikan marwah guru di hadapan siswa dan menciptakan lingkungan pendidikan yang terhormat, dengan cara mendorong program penguatan pendidikan karakter bagi siswa.
Bukan hanya itu, Miq Arie nama sapaanya, untuk siswa SMP dan SMA/ SMK, pihaknya telah menyiapkan kartu Program Indonesia Pintar (PIP). Di mana saat ini, untuk SMP di berikan bantuan sebesar Rp 750 setahun, sedangkan untuk SMA/ SMK Rp 1, 8 setahun.
“Program ini bertujuan agar tidak ada lagi putra putri kita putus sekolah dan orang tua jangan pusing cari biaya, sebab dana PIP tersebut, digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan siswa selama pendidikan, mulai dari baju, buku dan yang lainnya,” ungkapnya.
Di tahun ini lanjutnya, pihaknya sedang memperjuangkan jumlah uang PIP untuk SMP, harus naik dari Rp 750 menjadi RP 1 juta. “Insyaallah bulan juni mendatang, silahkan bisa di cek, dan mudah-mudahan untuk SMP, dari Rp 750, naik jadi Rp 1 Juta perbulan, untuk SMA/ SMK, tetap di angka Rp 1,8 mengingat jumlah tersebut sudah cukup,” paparnya. (NU-01)
