Peduli Pendidikan H. Lalu Hadrian, Letakkan Batu Pertama Pembangunan SMPI Riyadul Muhklisin

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Wakil Ketua Komisi X DPR RI sekaligus ketua DPW PKB NTB H. Lalu Hadrian Irfani, tak kenal kata lelah dalam memperjuangkan kemajuan pendidikan di Pulau Lombok.

Sehari saja, Politisi PKB ini melakukan peletakan batu pertama pembangunan sekolah di Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng) di dua titik, salah satunya pembangunan SMPI Riadul Mukhlisin Dusun Sukaraja 2 Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng).

Pimpinan Ponpes Riadul Mukhlisin Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Loteng TGH. Syukron Makmun mengucapkan banyak terimakasih, karena ponpes yang ia pimpinan yang jauh dari perkotaan mendapatkan perhatian dan bantuan pembangunan Revitilisasi dari H. Lalu Hadrian Irfani.

“Alhamdulillah semoga ini semua tercatat sebagai amal ibadah kita, khususnya kepada diri pribadi bapak DPR RI Dapil NTB 2, H. Lalu Hadrian Irfani,” katanya, Ahad (26/4).

Dikatakan, Ponpes Riadul Mukhlisin ini, berdiri tahun 2014, peletakan batu pertama oleh TGH. Lalu Turmuzi Badaruddin dan waktu itu hanya membuka pendidikan Diniyah saja.

Seiring dengan semakin banyaknya santri dan santriwati yang datang mengaji, akhirnya tahun 2023 banyak dorongan dari masyarakat dan para wali santri santriwati untuk mendirikan pendidikan formal.

Sehingga dengan mengucapkan Basmalah, pihaknya bersama masyarakat membuka dua lembaga pendidikan sekaligus, yaitu SMP Islam dan SMA Islam Riadul Mukhlisin.

“Di tahun ini saja, untuk kelas 1 dan 2 DMA Islam masing-masing dua kelas, dan saya sangat khawatir tahun ajaran 2026, jumlah santri akan membludak dan alhamdulillah doa para santri dan wali terjawab, hari ini kita dapatkan bantuan 8 lokal dari bapak anggota DPR RI kita, dan semoga ini bagian dari amal jariah kita semua,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi X DPR RI H. Lalu Hadrian Irfani mengatakan, hari ini pihaknya telah melakukan peletakan batu pertama di dua lokasi yang berbeda di Kecamatan Praya Timur Loteng, yaitu di Desa Beleka dan di Ponpes Riadul Mukhlisin Desa Sukaraja.

“Mencerdaskan anak bangsa, harus maraton dan jangan setengah setengah, makanya saya sebagai wakil masyarakat NTB, sekaligus wakil ketua Komisi X yang membidangi pendidikan terus berjuang di parlemen untuk memenuhi semua pasilitas pendidikan, termasuk peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan, dan kebutuhan lainnya,” katanya.

Selanjutnya untuk pembangunan Revitilisasi di SMP Islam Riadul Mukhlisin, anggarannya sudah masuk ke rekening sekolah, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

“Di SMP Islam Riadul Mukhlisin, kalau ndak salah 8 lokal diantaranya RKB, Ruang UKS, Laboratorium, ruang guru termasuk pasilitas pendukung lainnya. Anggarannya sudah masuk ke rekening sekolah dan besok pagi sudah langsung di kerjakan,” tuturnya.

Dikatakan, bicara soal pendidikan, hari ini sedikit tapi banyak tantangan, hal itu disebabkan dengan seiring kemajuan teknologi. Kenapa pihaknya mengatakan tantangan, sebab kemajuan teknologi ini menuntut kita semua untuk meningkatkan pengawasan.

Pengawasan jelas Miq Arie nama sapaannya, bukan hanya tanggung jawab guru semata, namun melibatkan semua pihak termasuk orang tua. Namun pihaknya yakin santri di Ponpes Riadul Mukhlisin, pengawasannya sangat ketat apalagi lokasinya jauh dari pusat kota.

“Kemajuan teknologi itu baik dan memajukan, cuman kita harus mampu beradaptasi, sehingga kita mampu memanfaatkan teknologi ini dengan baik, soal pendidikan mari kita bersama sama untuk menjaga putra putri kita, biar kelak jadi generasi penerus bangsa yang qurani,” pintanya.

Ketua DPW PKB NTB ini menambahkan,
Di NTB sendiri baik yang ada di Lombok dan pulau Sumbawa pihaknya menargetkan 200 sekolah bisa mendapatkan pembangunan Revitilisasi.

Dan saat ini usulan yang sudah masuk lebih banyak dari Lombok, sehingga pihaknya mempredikasikan 150 sekolah insyallah di Lombok dan di pulau sumbawa dan sekitarnya sekitar 50, tergantung jumlah usulan yang sudah masuk.

“Di Lombok insyallah mayoritas dan di pulau sumbawa dan sekitarnya tetap kita perhatikan,” tutupnya. (Nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *