MATARAM (ntbupdate.com)- Deretan prestasi jadi bukti kalau keberadaan madrasah adalah pilihan utama dalam menuntut ilmu, bukan sebaliknya jadi cadangan.
MAN 2 Mataram contohnya, di acara syukuran dan perpisahan ALTHERA 34 (nama angkatan atau komunitas siswa di MAN 2 Mataram Red), berjumlah 431 siswa kelas XII MAN 2 Mataram, rata rata tamatan yang telah lulus teruji dan terbukti dengan deretan prestasi yang berhasil mereka tinggalkan.
Prestasi tersebut dikuatkan dengan lulusan tahun ini banyak yang lulus lewat
Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) masuk Perguruan tinggi, baik dalam daerah maupun luar daerah.
“Kesuksesan MAN 2 Mataram, yang setiap tahunnya selalu tidak kalah dengan lembaga pendidikan yang lain, ini tak lepas dari peran serta para guru guru yang tak pernah kenal lelah, Kepala dengan ide ide cemerlang, termasuk para guru guru dan kepala senior yang sebelumnya telah berjasa besar bagi madrasah. Kita harus memuliakan para senior. Tanpa fondasi yang mereka letakkan, tak mungkin kita berdiri megah seperti sekarang,” ucap Kepala Kanwil Kemenag NTB Dr. H. Zamroni Aziz kemarin.
Dikatakan, melalui mimbar ini pihaknya berpesan, terutama kepada kepala MAN 2 Mataram, jaga identitas madrasah. Sebab selama ini sering kali sebutan ‘Madrasah’ diganti dengan sebutan Sekolah’.
Padahal Lebihnya lulusan madrasah, disamping pintar dan cerdas secara akademik, tapi juga memiliki akhlak mulia dan paham agama.
“Jaga nama identitas, sebab sering kali madrasah disebut sekolah, padahal kelebihan di madrasah disamping ahli ilmu duniawi, lulusan madrasah juga ahli ilmu ukhrawi,” katanya.
Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya alumni madrasah di NTB, kini sudah menyebar di semua lini. Ada yang jadi dosen UI, IPB, Brawijaya. Ada yang jadi dokter, insinyur, ASN, TNI-Polri, pengusaha, bahkan politisi. Dan mereka semua bangga bilang menyebutkan bahwa dirinya alumni madrasah, termasuk dirinya juga alumni madrasah.
“Prestasi yang telah diraih para alumni madrasah, kini madrasah terus jadi rebutan disetiap penerimaan siswa baru,” ungkapnya.
Di ajaran baru tahun ini, mohon diseleksi lebih ketat jika tidak memenuhi syarat jangan diterima. “Kita ingin yang masuk betul-betul terseleksi dengan baik. Karena madrasah adalah pilihan utama. Yang masuk harus yang terbaik, biar lulusannya juga terbaik,” tambahnya.
Ia menambahkan, informasi yang ia dapatkan, di bawah komando Sumber Hadi, M.Pd, selaku kepala di MAN 2 Mataram, puluhan siswa tembus PTN favorit UI, IPB, Unbraw, UIN Jakarta, UIN Malang. Ada yang lolos kedokteran, ada yang dapat beasiswa luar negeri. Lengkap: sains jalan, agama kuat.
Selanjutnya kepada anak anakku yang tamat, jangan lupa jasa jasa orang tua, berbaktilah kepada beliau berdua. Jangan pernah malu dengan profesi orang tua kalian. Apakah itu petani, nelayan, buruh, pedagang, tukang ojek. Berkat doa dan keringat merekalah kalian bisa pakai toga malam ini. Ridha Allah tergantung ridha orang tua.
Sementara itu Kepala MAN 2 Mataram Sumber Hadi M. Pd mengatakan, tidak terasa sudah tiga tahun lamanya, anak anakku dibina, di didik di MAN 2 Mataram. Saking tidak terasa, seolah olah kemarin kemarin anak anakku masuk jadi siswa pilihan.
“Tiga tahun lalu ibu bapak telah menyerahkan anak anaknya untuk dididik, hari ini kami kembalikan dengan suasana yang beda, jika dulu mereka polos dan lugu, sekarang mereka sudah jadi anak terdidik, berprestasi dan pilihan,” katanya.
Selanjutnya setelah lepas, anak anakku harus jaga Almamater MAN 2 Mataram, ilmu yang pernah di dapatkan, itu jadi bekal untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, termasuk anak anakku harus jadi cahaya dan pembimbing di tengah masyarakat.
“Ilmu agama dan umum anak anakku sudah diberikan, kini saatnya anak anakku sebar luaskan dan saya berharap yang lulus harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” pintanya.
Dikatakan, ada tiga penunjang kesuksesan, pertama jangan sekali kali meningalkan solat, sebab solat adalah penghubung hamba dengan sang khaliq. Ke Dua hormati orang tua dan guru, sebab orang tua adalah orang orang mulia yang telah membesarkan kalian, dan guru adalah orang yang telah membimbingmu sehingga menjadi orang yang berilmu.
Terakhir menuntut ilmu, dengan ilmu jadi kunci kesuksesan dunia-akhirat, warisan para Nabi, serta peninggi derajat manusia dan petunjuk jalan sebaik baik jalan.
“Yakinlah para ibu bapak wali, anak kita ini orang cerdas semua, saya harapkan ilmu yang mereka punya dilanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, mengingat zaman ini sudah modern dan itu semua kuncinya adalah ilmu,” tutupnya. (Nu-01)
