Kapolsek Pratim, Langsung Jadi Irup Penurunan Bendara HUT Kemerdekaan RI Ke 81

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Kapolsek Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), AKP Sri Bagio langsung jadi inspektur Upacara (Irup) Penurunan Bendara merah putih dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 81, tingkat Kecamatan Praya Timur Loteng.

Hadir dalam upacara penurunan Bendara merah putih dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 81, tingkat Kecamatan Praya Timur Loteng, diantaranya Camat Praya Timur Loteng Jamardi S.Sos, Danramil 1620-08 Pratim Kapten Inf. Azyadi, Kapolsek Praya Timur AKP Sri Bagyo, Ps. Kanit Binmas AIPTU A. Hidayatullah.

banner 728x250

Seluruh Kepala UPT Se-Kecamatan Praya Timur, Para Kades se Kecanatan Praya Timur, Tokoh pemuda, agama dan Masyarakat Praya Timur.

Pantauan ntbupdate.com, adapun petugas upacara penurunan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 81, tingkat Kecamatan Praya Timur Loteng.

Inspektur Upacara Kapolsek Praya Timur AKP Sri Bagyo, Perwira Upacara AIPTU A. Hidayatullah, Komandan Upacara AIPTU L. Ahyar Rasidi,

Usai menurunkan Bendera Merah Putih memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 81, tingkat Kecamatan Praya Timur Loteng, Inspektur Upacara Kapolsek Praya Timur AKP Sri Bagyo mengatakan, kenapa penghormatan penurunan bendera ini penting, sebab bendera merah putih ini adalah simbol persatuan bangsa, sehingga di naikkan dan di turunkan harus secara terhormat, artinya bendera merah putih ini bukan bendera sembarangan.

Selain itu, ini juga jadi simbol penghormatan kepada para pahlawan, menurunkan dengan hormat, itu bagian dari wujud terima kasih dan pengingat atas pengorbanan jiwa raga para pendahulu bangsa, sehingga bendera merah putih ini di naikkan dan pertanda Indonesia telah merdeka.

Terakhir, pihaknya berpesan kepada para siswa siswi generasi penerus bangsa ini, mari momentum kemerdekaan ini jadikan simbol untuk menghargai proses dan perjuangan dalam mencapai sebuah impian. Kemerdekaan Indonesia tidak diraih secara instan, melainkan melalui pengorbanan tenaga, pikiran, waktu, bahkan nyawa para pahlawan.

“Paling tidak mengisi kemerdekaan dengan cara belajar tekun, datang ke sekolah tepat waktu, dan menyelesaikan tugas secara mandiri. Sebab anak anak kita ini adalah calon generasi penerus bangsa, yang akan mengisi kemerdekaan ini,” tutupnya. (Nu-01).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *