Mataram (ntbupdate.com)- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB, H. Zamroni Aziz idenya tidak pernah habis, dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Kamis malam (28/8), bertempat lapangan Sangkareang Kota Mataram, Kemenag NTB menggelar acara Doa bersama lintas agama, yang diikuti puluhan Ribu, mulai dari ASN Kemenag, tokoh lintas agama, organisasi masyarakat, hingga masyarakat umum.
Acara ini berlangsung penuh khidmat dengan nuansa kebersamaan dan semangat nasionalisme dan momentum sakral untuk merefleksikan kembali makna kemerdekaan ke 80.
Dalam sambutannya Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, mengaku bangga bisa hadir ditengah keluarga besar Kemenag NTB.
Kemerdekaan adalah anugerah besar yang wajib disyukuri dengan cara menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.
“80 tahun Indonesia merdeka, jadi bukti persatuan jauh lebih kuat daripada segala perbedaan. Dari itu mari kita rawat NTB sebagai miniatur Indonesia, tempat di mana kerukunan antarumat beragama. Inilah cara kita menjaga dan mengisi kemerdekaan,” ungkapnya.
Selanjutnya kepada keluarga besar Kemenag, terutama para generasi muda untuk menjadi motor penggerak pembangunan bangsa.
“Kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan kita, harus kita bayar dengan menjaga bangsa ini lebih kuat, lebih damai, dan lebih sejahtera, jangan lupa wariskan hal hal yang baik kepada anak-anak kita. Jangan pernah biarkan perbedaan memecah belah kita. Justru keberagaman adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz menyampaikan, doa bersama ini merupakan wujud kontribusi Kemenag dalam merawat harmoni kebangsaan. Melalui doa, masyarakat diajak untuk tidak hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga memohon keberkahan agar bangsa Indonesia senantiasa dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.
Suasana haru terasa ketika doa dipanjatkan bergantian oleh tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Setiap doa menggema di langit Sangkareang, menandakan bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang berdiri kokoh di atas kebhinekaan.
Doa bersama lintas agama ini diharapkan menjadi teladan nyata bahwa kemerdekaan tidak hanya dipertahankan dengan perjuangan fisik, tetapi juga dengan menjaga persatuan hati. Delapan puluh tahun Indonesia merdeka adalah pengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan kebersamaan adalah jalan menuju kejayaan bangsa. (nu-01).
