“Semangatmu Kesuksesanmu LKP Cahaya Boga Okay”
Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Dengan selogan “Semangatmu Kesuksesanmu LKP Cahaya Boga Okay”,
Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Cahaya Boga Praya, yang beralamatkan di Jalan Sunan Giri nomor 33 BTN Pujawan Permai Rancak Kelurahan Praya Lombok Tengah (Loteng).
Setiap tahun jumlah peserta didiknya semakin banyak, apalagi dengan slogan tersebut di atas, selalu terdepan mencetak anak muda yang ahli di bidang berbagai macam jenis kue, baik kue tradisional ataupun modern.
Sampai saat ini, ratusan aluminya berhasil di cetak oleh LKP binaan Sri Anggriani ini, dan tidak sedikit para alumninya sudah mampu mandiri, dan membuat lapangan pekerjaan sendiri.
Dan itu dihajatkan untuk Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng, dalam mengurangi angka pengangguran di Loteng.
Pimpinan LKP Cahaya Boga Praya Loteng Sri Anggriani mengatakan, seiring dengan kemajuan dan tuntutan di pasaran, pihaknya selaku pengelola LKP Cahaya Boga Praya Loteng, terus memantau kebutuhan di pasaran, terutama soal jenis makanan yang paling laku, terutama makanan ringan.
“Melahirkan jenis program di setiap tahunnya, kami tidak asal asalan, akan tetapi kami selalu pantau kebutuhan masyarakat yang paling diminati, terutama soal makanan ringan, setelah mendapatkannya, baru itu dirancang dan selanjutnya dibukakan pelatihan,” katanya, Selasa (23/12).
Selain itu, Loteng satu-satuya Kabupaten di NTB yang memiliki kawasan wisata go Internasional dan memiliki Sirkuit MotoGP Mandalika. Di mana belajar dari tahun tahun sebelumnya, setiap ada event di Kawasan Mandalika Kuta Kecamatan Pujut Loteng, hasil adonan Cahaya Boga Praya, selalu laris manis, baik itu kue kue modern ataupun kue kue tradisional sangat di minati.
Belajar dari itu, pihaknya terus mempertahankannya, sebab pihaknya tidak menginginkan lulusannya setelah tamat, keahliannya jadi mubazir. Sehingga ia melahirkan program sesuai dengan kebutuhan di pasaran, termasuk kue kue yang sudah di pasarkan di KEK Mandalika.
“Kan tujuan anak anak ini masuk untuk mencari skill, agar hajatannya tercapai kami buka pelatihan sesuai dengan kebutuhan pasaran, sehingga nantinya skill yang mereka dapatkan bermanfaat untuk dirinya dan orang lain,” ungkapnya.
Dalam pelatihan ini lanjutnya LKP Cahaya Boga Praya Loteng, bekerjasama dengan Program pendidikan kecakapan wirausaha di bidang tata boga (pastry bakery), dari direktorat kursus dan pelatihan, direktorat jenderal vokasi, kementerian Pendidikan, kebudayaan riset dan teknologi.
Dalam program ini, LKP cahaya boga melatih peserta sebanyak 25 orang selama kurang lebih 32 hari dengan durasi waktu 250 jam.
Adapun jenis pelatihan pembelahan Pastry bakery aneka kue atau jajanan pasar, seperti, Roti, cake, brownies, kue sosis dan yang lainnya.
“Saat ini, Alhamdulillah mereka sudah bisa praktikkan dan malah sudah hasil praktik sudah banyak yang pesan,” bebernya.
Dikatakan, secara spesifik program ini bertujuan, memberikan keterampilan Produksi Kuliner, Melatih peserta membuat berbagai jenis pastry dan produk roti.
Selanjutnya, Kewirausahaan, memberikan pembekalan kepada peserta dengan kemampuan untuk membuka usaha sendiri serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan cara Memberdayakan generasi muda agar siap kerja atau berwirausaha di sektor kuliner.
Diakuinya, membuka pelatihan bukan kali ini saja, namun sudah dilakukan bertahun tahun, al hasil dari beberapa peserta yang sudah di latih, alhamdulilah tidak sedikit jadi pengusaha sukses dan malah ada Alumni LKP Cahaya Boga sudah bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri dan sudah punya tenaga sendiri.
“Saya sangat bahagia, ilmu yang di dapatkan oleh peserta sebelumnya, itu di kembangkan, dan sekarang sudah bisa membuka lapangan pekerjaan,” ungkapnya.
Atas hal itu, pihaknya berfikir lapangan pekerjaan yang sudah di buka oleh para alumni LKP Cahaya Boga, bagian dari usaha dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran.
Ditambahkan, dari 25 peserta yang dilatih, rata rata mereka semua dari kalangan gender dan sudah berkeluarga, artinya lebih banyak wanita dari pada laki laki. “Lebih banyak yang wanita, ia bagi saya itu wajar sebab wanita itu ulet kalau masalah kerja, apalagi ini yang dibuat pelatihan membuat jajan,” jelasnya.
Selain itu, ada juga tamatan SMA/ SMK/ MA, mereka semua secara umum tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, di sebabkan ekonomi yang tidak mendukung. “Pelatihan ini salah satu cara untuk kita berikan skill atau ilmu, sehingga nantinya mereka bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri, yang jelas kita harus kuat dan mampu melahirkan kreasi sendiri, seperti para alumni sebelumnya,” ungkapnya.
Ke depan pihaknya berharap, selepas mereka di ajarkan, mereka bisa membuka peluang usaha sendiri dan pada akhirnya nanti hasilnya itu mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan diri mereka. (*)
