Momen HAB Ke 80, Kemenag NTB Berikan Penghargaan kepada 11 Orang Yang Berjasa

Mataram (ntbupdate.com)- Momen puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI Sabtu, 3 Januari 2026, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB memberikan penghargaan kepada 11 orang yang telah berjasa dan menerapkan Asta Protas Kementerian Agama.

Upacara HAB ke-80 yang berlangsung di Taman Sangkareang Kota Mataram ini dihadiri oleh Walikota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana sebagai Inspektur Upacara. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB, H. Zamroni Aziz, secara khusus memberikan penghargaan kepada mereka yang telah memiliki jasa, dedikasi, dan komitmen dalam mewujudkan Kota Mataram sebagai Kota Wakaf, Kepala Desa Sadar Kerukunan, Kepala KUA yang memiliki komitmen dalam mewujudkan tata kelola administrasi yang unggul, transparan, dan akuntabel, serta mereka yang telah meraih juara lomba di tingkat nasional.

Adapun ama-nama penerima penghargaan di puncak HAB Kemenag ke 80 diantaranya.

1. Haji Hamdun, S.Ag, MH, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, diberikan penghargaan atas dedikasi, integritas, dan komitmen mewujudkan Kota Mataram terpilih sebagai Kota Wakaf tahun 2025.
2. Haji Muchtar, SH, Ketua BWI Kota Mataram, diberikan penghargaan atas dedikasi, integritas, dan komitmen sebagai kolaborator dalam menjadikan Kota Mataram terpilih sebagai Kota Wakaf.
3. Desa Labuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, diberikan penghargaan sebagai Desa Sadar Kerukunan tahun 2025.
4. Desa Bentek Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, diberikan penghargaan sebagai Desa Sadar Kerukunan tahun 2025.
5. Haji Muhammad Khairil Anwar, S.Hi, MH, Kepala KUA Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, diberikan penghargaan atas dedikasi, integritas, dan komitmen dalam mewujudkan tata kelola administrasi yang unggul, transparan, dan akuntabel.
6. Joni Pranata, S.Pd.B, Gr Pendidikan Agama Buddha, diberikan penghargaan atas dedikasi, pengabdian, dan prestasi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan serta bimbingan spiritual keagamaan Buddha.
7. Pendeta Kawi Ariyaguna, SE., MA, Ketua PGPI Provinsi NTB, Pimpinan GPDI HKC, diberikan penghargaan atas kepeleporan mewujudkan program unggulan rumah ibadah Kristen ramah anak.
8. Johnson Perurian Hottua, SH, MH, MTh, Pembimbing Masyarakat Kristen, diberikan penghargaan atas inisiasi sistem Bimas Kristen 1 layanan bisa sesuai Asta Protas Kementerian Agama di bidang digitalisasi layanan.
9. Pendeta Tiurma Sihombing, S. AG, Ketua Pokjaluh Agama Kristen Provinsi NTB, Penyuluh Agama Kristen Ahli Madya, diberikan penghargaan atas kepeloporan mewujudkan kebun percontohan penyuluh agama Kristen.
10. Pendeta Dr. M.Sonang S. Aritonang,M.TH Pimpinan Rumah Doa Pos Pembinaan Iman GPDI Ampenan, diberikan penghargaan atas kepeloporan mewujudkan program unggulan rumah ibadah Kristen ramah disabilitas.
11. Ni Komang Purnawati, SP.d.H, MPd, Kepala Pengelola Widya Layak Pasraman, diberikan penghargaan atas dedikasi dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Semoga apa yang telah kita lakukan tercatat sebagai amal ibadah,” kata Kepala Kanwil Kemenag NTB H. Zamroni Aziz.

Dijelaskan, rDelapan Program Prioritas (Asta Protas), Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan: Menguatkan moderasi beragama, membangun harmoni sosial, dan memperkuat ketahanan keluarga.

Penguatan Ekoteologi: Mengintegrasikan nilai agama dengan kepedulian lingkungan (pelestarian alam, penanaman pohon).

Layanan Keagamaan Berdampak: Memperkuat layanan langsung ke umat (Bimbingan Perkawinan, KUA inklusif, layanan 3T).

Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi: Meningkatkan kualitas pendidikan agama, kompetensi guru, dan pendidikan anak usia dini.
Pemberdayaan Pesantren: Menjadikan pesantren mandiri, maju, dan berdaya saing sebagai pusat pendidikan dan ekonomi.

Pemberdayaan Ekonomi Umat: Mengembangkan wakaf produktif, koperasi syariah, UMKM berbasis keagamaan, serta zakat.

Sukses Haji: Memberikan pelayanan haji terbaik, termasuk inovasi seperti transparansi daftar jemaah.
Digitalisasi Tata Kelola: Integrasi sistem informasi untuk pelayanan publik yang lebih efisien, mudah, murah, dan transparan (satu data).

Tujuan Asta Protas, mendukung program prioritas pemerintahan baru (Presiden Prabowo dan Wapres Gibran).
Mewujudkan Kemenag yang semakin maju, moderat, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Menghadirkan pelayanan keagamaan yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan umat. (NU-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *