MATARAM (ntbupdate.com)– Kementrian Agama (Kemenag) Kota Mataram menggelar acara safari Ramadhan 1447 Hijriah, yang di pusatkan di aula MAN 1 Kota Mataram, Sabtu (8/3).
Dalam acara Safari Ramadhan tersebut
mengusung tema “Silaturahmi dan Pembinaan Mental ASN Kantor Kementerian Agama Kota Mataram”.
Acara tersebut di hadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari Kanwil Kemenag NTB, Kabag TU Kemenag NTB, Pejabat Eselon III dan Ketua Tim Kerja (Katim) Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Ketua FKSPP Kota Mataram, Kepala Kankemenag dan pejabat administrator Kota Mataram, para Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Lintas Agama, Guru Madrasah baik Negeri maupun swasta, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), hingga jajaran PPPK dan ASN se-Kota Mataram.
Kepala Kankemenag Kota Mataram, H. Hamdun, S.Ag., M.Hi, dalam sambutan pembukanya menekankan esensi dari kegiatan Safari Ramadhan ini. Menurutnya, kehadiran para abdi negara di acara keagamaan ini memiliki makna ganda.
“Safari Ramadhan ini bukan hanya sekedar hadir untuk menggugurkan kewajiban, tapi juga sebagai bagian dari ibadah di bulan suci dan bentuk nyata loyalitas kita sebagai ASN. Kami berharap acara ini benar-benar berdampak pada peningkatan silaturahmi dan pembinaan mental para ASN di lingkungan Kemenag Kota Mataram,” ungkap H. Hamdun.
Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag NTB, Dr. H. Zamroni Aziz, langsung mengecek tingkat kehadiran peserta, baik dari kalangan PNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari masing-masing madrasah negeri.
Berdasarkan data, tercatat ada 451 orang PNS dan 272 orang PPPK di lingkup Kota Mataram. Namun sayangnya, tingkat kehadiran pada acara Safari Ramadhan tersebut berada di bawah angka 50 persen. Fakta ini langsung mendapat sorotan tajam dari Kakanwil.
“Tolong Pak, bagi yang tidak hadir hari ini agar segera dievaluasi,” tegas H. Zamroni Aziz.
Beliau memberikan peringatan khusus (warning) kepada para pegawai, terutama yang berstatus PPPK. “Untuk PPPK itu dievaluasi setiap tahun. Dan dari catatan kami, Kota Mataram ini yang paling down kehadirannya,” ungkapnya mengingatkan pentingnya kedisiplinan sebagai aparatur negara.
Kendati memberikan teguran keras terkait tingkat kehadiran, Dr. H. Zamroni Aziz adalah sosok pemimpin yang objektif. Di tengah kekecewaannya terhadap mereka yang absen, beliau memberikan apresiasi khusus yang disambut tepuk tangan riuh. Beliau memuji antusiasme dan kehadiran para Guru PAI yang datang dalam jumlah yang sangat banyak dan mendominasi acara.
Lebih lanjut, Kakanwil juga menyentuh sisi kesejahteraan yang menjadi motivasi para pegawai. Beliau menyadari bahwa banyak PPPK yang memiliki cita-cita dan niat untuk bisa diangkat menjadi PNS demi kesejahteraan yang lebih baik.
“Niat PPPK saat ini tentu ingin menjadi PNS. Rata-rata penghasilan saat ini, khususnya bagi guru yang sudah tersertifikasi, bisa mencapai angka Rp 8 juta per bulan, dan itu belum termasuk uang makan. Ini harus disyukuri dan diimbangi dengan kinerja,” pesannya.
Dikatakan, posisi strategis Kemenag Kota Mataram sebagai etalase dan miniatur dari NTB. Oleh karena itu, seluruh jajaran tidak boleh hanya bekerja secara kaku sesuai aturan di atas kertas.
“Harapan kami, Keluarga Besar Kemenag ini harus bisa menjadi garda terdepan di masyarakat. Jangan hanya terpaku pada apa yang menjadi Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) saja, tapi berikan nilai lebih bagi umat. Jaga kekompakan, jaga kebersamaan, dan jaga marwah keluarga besar Kementerian Agama,” tuturnya penuh harap.
Menariknya, Kakanwil juga menyelipkan pesan moral yang menyentuh hati tentang pentingnya dukungan keluarga, khususnya peran istri. “Perempuan memiliki peran yang sangat penting. Perempuan yang hebatlah yang bisa mengantarkan seorang laki-laki menjadi laki-laki yang hebat pula,” pungkasnya, menutup sesi pembinaan dengan senyum dan suasana yang kembali mencair. (NU-01).
