Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Pondok Pesantren (Ponpes) berperan krusial bagi Kementerian Agama (Kemenag) sebagai mitra strategis dalam pendidikan agama, pembentukan karakter moderat, serta pemberdayaan masyarakat.
Ponpes berfungsi mencetak kader bangsa yang berakhlak, menjaga akidah, dan mengawal syariat Islam, sekaligus mendukung kemandirian ekonomi umat melalui program seperti One Pesantren One Product (OPOP).
Untuk memperkuat pondasi dan fungsi Ponpes di tengah masyarakat, Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng), selama bulan Ramadhan, telah menggelar Safari Ramadhan secara keliling di 12 Kecamatan se Loteng.
Sembari memberikan bantuan dan bingkisan kepada pengurus Taman Pendidikan Quran (TPQ), Pengurus ponpes dan Masjid, termasuk yang tekah dilakukan di Ponpes Nurul Wahyi NW Pemotoh Timur Desa Setiling Kecamatan Batukliang Utara Loteng.
“Bulan Ramadhan ini kita manfaatkan untuk kita sambangi Ponpes secara keliling se Loteng. Satu Ponpes di satu Kecamatan, jadi pusat kegiatan Safari Ramadhan, termasuk di Ponpes Nurul Wahyi NW Pemotoh Timuk Kecamatan Batukliang Utara ini, yang sebelumnya juga telah kita adakan program yang sama di Ponpes Nurul Wahyi NW Desa Mujur Kecamatan Praya Timur Loteng,” kata Kepala Kemenag Loteng H. Lalu Syahdi, Senin (15/3).
Kenapa pihaknya terfokus di Ponpes jadi lokasi Safari lanjut mantan Kasi Penmad Kemenag Loteng ini. Sebab fungsi utama Ponpes bagi Kemenag.
Pertama Pusat Pendidikan dan Pembentukan Karakter, sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional yang mengajarkan ilmu agama mendalam, nilai-nilai moderasi, toleransi, dan inklusivitas untuk menangkal radikalisme.
Ponpes juga sebagai penangkal aliran aliran yang tak sesuai dengan ajaran agama islam, serta sebagai media penyiaran ajaran Islam yang damai (rahmatan lil alamin).
“Pada garis besarnya kemenag hadir memberikan fasilitas regulasi dan pembinaan untuk memastikan fungsi-fungsi ponpes di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Dalam Safari Ramadhan ini, pihaknya bersama rombongan, mulai dari Kasubag TU, Kasi, Kepala Madrasah Negeri dari semua jenjang, Kepala KUA, pengawas PAI, para penyuluh dan penghulu.
“Biar kelihatan kita kompak dan menanamkan rasa memiliki, semua kita ajak turun,” ujarnya.
Dikatakan, kenapa pihaknya mengadakan program safari ramadhan, selain membantu pak Kanwil Kemenag NTB dalam menguatkan pondasi keberadaan Ponpes di tengah masyarakat.
Program ini juga pihaknya jadi sebagai ajang silaturahmi dengan para pimpinan Ponpes, pengurus Masjid, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan jamaah sekitar.
“Saya teringat dengah Hadis Nabi yang di riwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj yang menyebutkan, Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” makanya itu kita lakukan,” tutupnya. (Nu-01).
